New York Times Bantah Dusta Israel Soal ‘Hamas Curi Bantuan Makanan’ yang Disuplai PBB ke Gaza
POROS PERLAWANAN – Sudah lama Israel membatasi pengiriman bantuan ke Gaza atau memblokadenya secara total. Israel berdalih, Hamas mencuri bantuan-bantuan itu untuk digunakan sebagai alat mengendalikan warga Gaza.
Diberitakan Fars, New York Times menegaskan bahwa Militer Israel tidak pernah mendapatkan bukti bahwa Hamas secara sistematis mencuri bantuan-bantuan PBB.
PBB adalah penyuplai terbesar bantuan darurat ke Gaza hampir sepanjang perang berlangsung. Hal ini dikonfirmasi 2 petinggi Militer Israel dan 2 sumber lainnya dalam wawancara dengan NYT.
Pada hakikatnya, para petinggi Militer Israel mengakui bahwa sistem distribusi bantuan PBB, yang dilemahkan dan dihalangi Israel, berperan signifikan dalam memasok makanan untuk warga Gaza yang kelaparan.
Kini saat level kelaparan di Gaza menyentu batas krisis, Israel mendapat tekanan besar internasional soal agresi ke Gaza dan bencana kemanusiaan yang disebabkannya. Para dokter di Gaza menyatakan, semakin banyak pasien mereka yang meninggal karena kelaparan.
Namun Israel biasa mengabaikan kritik-kritik ini dan melawan berbagai statemen yang mengecamnya.
Pekan ini, Jubir Israel, David Mencer mengeklaim bahwa “tidak ada kelaparan yang disebabkan oleh Israel.” Alih-alih, dia justru menuding Hamas dan lemahnya koordinasi PBB sebagai faktor kelangkaan bahan makanan di Gaza.
Pada bulan Mei lalu, Israel berusaha mengganti sistem penyaluran bantuan yang dikelola PBB; sistem yang selama 21 bulan perang di Gaza mengatur muatan-muatan bantuan kemanusiaan.
Sebagai gantinya, Israel mendukung sebuah operasi yang dikelola AS, yang dijaga oleh para kontraktor bersenjata AS di kawasan-kawasan yang diduduki Militer Zionis.
Sistem baru ini lebih mematikan bagi warga Palestina yang berusaha mendapatkan bantuan makanan. Kemenkes Gaza mengumumkan, lebih dari seribu orang yang tewas ditembak saat akan mengambil bantuan makanan dengan sistem baru ini. Dalam banyak kasus, para serdadu Israel sengaja menembaki mereka yang berbaris dalam antrean.
Pada hari Jumat lalu, Reuters memberitakan bahwa sebuah laporan internal di Pemerintahan AS juga menyatakan, tak ada bukti bahwa Hamas mencuri bantuan kemanusiaan.
