Loading

Ketik untuk mencari

AS Veto Keanggotaan Penuh Palestina di PBB, Rusia: Tidak Tahu Malu!
Selidiki Kejahatan Israel, Reporter Khusus PBB Diancam Washington-Tel Aviv
Utusan PBB: Tindakan-tindakan Israel di Gaza adalah ‘Barbarisme Abad Ini’
Middle East Eye: Slogan Tel Aviv ‘Kehancuran Hamas’ Berubah Jadi ‘Kehancuran Israel’
Iran Tegaskan Tak Pernah Campur Tangan dalam Serangan atas Militer AS POROS PERLAWANAN-Dilansir Fars, Republik Islam Iran menanggapi klaim-klaim tak berdasar Washington terkait keterlibatan Teheran dalam serangan ke pasukan AS. Wakil Tetap Iran di PBB, Amirsaeed Iravani menulis surat kepada Ketua Dewan Keamanan dan Sekjen PBB. Surat itu juga menyinggung surat-surat Iran sebelum ini, termasuk surat bertanggal 20 November 2023. “Saya ingin dengan tegas menolak berlanjutnya klaim-klaim tak berdasar atas Republik Islam Iran dalam surat Wakil AS bertanggal 28 November 2023,” tulis Iravani. “Sehubungan dengan ini, saya kembali menegaskan bahwa Republik Islam Iran tidak pernah campur tangan dalam tindakan atau serangan mana pun terhadap pasukan militer AS.” “Republik Islam Iran menganggap klaim-klaim tak berdasar ini sebagai upaya sengaja dari AS, selaku negara agresor, demi menjustifikasi dan menihilkan kesan kejahatan dari agresinya serta pelanggaran serius hukum internasional dan Piagam PBB yang dilakukannya di Suriah dan Kawasan.” Dalam jumpa pers beberapa waktu lalu, Jubir Kemenlu Iran Naser Kanani ditanya tentang klaim CENTCOM soal keterlibatan Teheran dalam serangan Ansharullah ke kapal-kapal Israel. Ia mengatakan,”Kami memandang CENTCOM sebagai pasukan teroris. Keberadaan pasukan teroris CENTCOM menyebabkan ketidakamanan dan menciptakan instabilitas bagi negara-negara di Kawasan. Klaim tanpa bukti mereka tidak layak untuk dites kebenarannya. Dari sudut pandang Iran, klaim-klaim ini tidak berharga untuk ditanggapi.” “Kami percaya bahwa AS saat ini bukan dalam posisi moral untuk menuding pihak-pihak sebagai perusak stabilitas di Kawasan. AS adalah salah satu pihak dalam perang di Kawasan dan bertanggung jawab atas pembantaian rakyat Palestina yang telah berlangsung selama 2 bulan. AS tidak dalam posisi moral untuk mengumbar klaim-klaim kosong, baik terhadap Pemerintah-pemerintah atau faksi-faksi Perlawanan di Kawasan.” Iran sudah berulang kali mengumumkan, faksi-faksi Perlawanan di Kawasan tidak pernah menerima instruksi dari Teheran atau bertindak atas dikte Iran. “Pemerintah AS tidak bisa mengarahkan reaksi negara-negara dan faksi-faksi Perlawanan di Kawasan kepada selain dirinya dengan mengumbar tuduhan kepada ini dan itu. Keberadaan AS di Kawasan mengganggu keamanan. Dukungan total AS terhadap Rezim (Zionis) mengacaukan stabilitas serta keamanan Kawasan,” tandas Kanani.
Apa yang Dimaksud Pemimpin Iran dengan ‘Referendum di Palestina?’
Hamas: Kami Bahayakan Nyawa Para Pejuang Demi Selamatkan para Tawanan
Diplomat Rusia: Sebagai Penjajah, Israel Tak Punya Hak Bela Diri