Operasi Militer Gabungan Yaman dan Irak Menargetkan Israel
POROS PERLAWANAN – Angkatan Bersenjata Yaman pada Jumat 13 Desember, mengumumkan pelaksanaan tiga operasi militer terhadap target Israel, salah satunya dilakukan bersama kelompok perlawanan Islam di Irak. Operasi ini merupakan bagian dari dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina dan perlawanan di Jalur Gaza.
Menukil laporan Sabanews, dalam pernyataan resmi yang disampaikan pada aksi massal bertajuk “Bersama Gaza dan Melawan Proyek Zionis-Amerika” di Alun-Alun Sab’een, juru bicara militer Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree, menjelaskan bahwa dua operasi pertama dilakukan menggunakan pesawat tak berawak (drone). Operasi tersebut menargetkan fasilitas militer di Ashkelon dan Jaffa, dua wilayah yang berada di bawah pendudukan Israel.
“Pesawat-pesawat tak berawak berhasil melewati sistem pertahanan musuh dan mencapai targetnya dengan sukses,” ujar Brigadir Jenderal Saree.
Operasi ketiga, yang dilakukan bersama perlawanan Islam di Irak, menyasar fasilitas strategis di wilayah selatan Palestina yang diduduki. Operasi ini melibatkan sejumlah pesawat tak berawak dan, menurut Saree, berhasil mencapai semua targetnya.
Komitmen untuk Melanjutkan Operasi
Dalam pernyataan resmi tersebut, Angkatan Bersenjata Yaman menegaskan bahwa operasi militer melawan Israel akan terus berlanjut selama serangan terhadap Gaza dan blokade atas wilayah tersebut masih berlangsung.
“Operasi ini adalah bentuk solidaritas terhadap penderitaan rakyat Palestina dan dukungan terhadap perjuangan mereka di Gaza,” tambahnya.
Pernyataan ini juga menegaskan pentingnya menghentikan agresi Israel di Gaza sebagai syarat untuk mengakhiri serangan balasan.
Konteks Regional
Operasi ini menandai peningkatan kolaborasi antara kelompok perlawanan di wilayah Timur Tengah dalam menghadapi apa yang disebut sebagai “proyek Zionis-Amerika.” Kolaborasi antara Yaman dan perlawanan Islam di Irak menunjukkan adanya koordinasi lintas negara untuk menekan Israel secara militer.
Sementara itu, pihak Israel belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim operasi ini. Namun, laporan ini muncul di tengah eskalasi ketegangan yang terus meningkat di kawasan, terutama setelah serangkaian serangan terhadap Gaza dalam beberapa pekan terakhir.
Angkatan Bersenjata Yaman menutup pernyataan mereka dengan seruan solidaritas untuk rakyat Palestina dan keyakinan bahwa perjuangan akan terus dilakukan hingga tercapainya kebebasan bagi Palestina.
