Hayat Tahrir al-Sham Lucuti Senjata Kelompok Perlawanan Palestina di Kamp Yarmouk
POROS PERLAWANAN – Kelompok teroris Hayat Tahrir al-Sham (HTS) dilaporkan menekan kelompok-kelompok Perlawanan Palestina di Suriah untuk menyerahkan senjata mereka. Menurut laporan Erem News yang berbasis di Uni Emirat Arab pada Jumat (13/12), tekanan ini disampaikan langsung oleh pemimpin HTS, Mohammad al-Jolani, dalam pertemuan dengan sejumlah pimpinan Perlawanan Palestina di Kamp Yarmouk, Damaskus.
Sumber dari Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina (PFLP) mengonfirmasi kehadiran Mohammad al-Jolani, yang juga dikenal dengan nama asli Ahmed al-Sharaa. Dalam pertemuan tersebut, HTS melalui pusat operasi militernya mengultimatum agar kelompok-kelompok Palestina menyerahkan pangkalan militer mereka.
Kantor Tetap Beroperasi, Senjata Dibatasi
Menurut sumber anonim dari PFLP, meskipun pangkalan militer diminta diserahkan, kantor-kantor kelompok Perlawanan Palestina di Kamp Yarmouk masih diizinkan beroperasi. Namun, kepemilikan senjata hanya dibatasi pada senjata pribadi. “Kebijakan ini akan berlaku sampai status akhir kelompok-kelompok tersebut diputuskan,” ujar sumber tersebut.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan beberapa kelompok Palestina, termasuk PFLP, Front Demokratik untuk Pembebasan Palestina (DFLP), Jihad Islam, dan Front Perlawanan Rakyat Palestina. Namun, perwakilan Hamas dan Fatah tidak hadir. Dari pihak HTS, selain Jolani, salah satu komandan senior turut serta dalam pertemuan tersebut.
HTS juga memperingatkan akan mengambil tindakan terhadap individu yang dianggap terlibat dalam kejahatan di masa lalu, terlepas dari afiliasi mereka dengan kelompok Palestina tertentu.
Pelucutan Senjata Dimulai di Kamp Yarmouk
Setelah pertemuan itu, kelompok-kelompok Palestina di Kamp Yarmouk dilaporkan mulai menyerahkan senjata mereka. Kamp Yarmouk, yang telah lama menjadi pusat Perlawanan Palestina di Suriah, kini menjadi lokasi konflik antar faksi bersenjata.
Sikap HTS terhadap Israel
Sikap HTS terhadap konflik Palestina-Israel memicu kontroversi. Meskipun Israel terus melakukan agresi di wilayah Palestina, HTS tidak mengambil sikap. Jolani bahkan menyatakan bahwa “Suriah tidak lagi mampu menghadapi perang lain.”
Beberapa sumber Palestina menuduh langkah HTS melucuti senjata kelompok Palestina sebagai upaya untuk menyenangkan Israel. Mereka juga menilai bahwa kelompok-kelompok Takfiri lebih fokus pada konflik internal setelah sejumlah wilayah Suriah jatuh dari kendali pemerintah Bashar al-Assad.
Latar Belakang Kamp Yarmouk
Kamp Yarmouk, yang terletak di selatan Damaskus, telah menjadi rumah bagi pengungsi Palestina sejak 1957. Selama perang saudara Suriah, kamp ini menjadi medan pertempuran sengit antara pasukan pemerintah, pemberontak, dan kelompok militan. Kini, kamp tersebut menjadi simbol kehancuran dan penderitaan yang dialami pengungsi Palestina di Suriah.
Pelucutan senjata kelompok-kelompok Palestina di kamp ini mencerminkan kompleksitas konflik Suriah, di mana berbagai faksi bersenjata bersaing untuk menguasai wilayah dan mendapatkan pengaruh.
