Loading

Ketik untuk mencari

Asia Barat

Pejabat Israel Soroti Kesenjangan Pendidikan Tinggi dengan Iran, Isu Migrasi Akademisi Mengemuka

POROS PERLAWANAN— Pejabat parlemen Israel mengakui adanya kesenjangan signifikan antara Iran dan Israel dalam sektor pendidikan tinggi, khususnya bidang teknik dan publikasi ilmiah. Pernyataan itu disampaikan dalam pembahasan resmi di parlemen Israel yang menyoroti kesiapan sistem akademik menghadapi kebutuhan tenaga kerja masa depan.

Mengutip laporan Al-Mayadeen pada Kamis 26 Februari, Ketua Komite Perencanaan dan Anggaran Knesset, Ami Moel menyebut jumlah lulusan teknik Iran jauh melampaui Israel. “Iran meluluskan 234.000 mahasiswa teknik setiap tahun, empat kali lebih tinggi dibandingkan Israel, sementara jumlah lulusan teknik di Israel tidak melebihi 7.000 per tahun,” ujarnya dalam rapat Subkomite Pendidikan Tinggi.

Moel juga menyoroti perbedaan produktivitas riset ilmiah. “Kesenjangan terlihat pada publikasi penelitian. Sekitar 22.700 artikel ilmiah terbit setiap tahun di Israel, sedangkan Iran mencapai 71.900,” katanya.

Rapat tersebut membahas penyelarasan program universitas dengan kebutuhan pasar kerja, tantangan sistem pendidikan, serta langkah strategis menghadapi perubahan global di sektor akademik.

Migrasi Dokter dan Akademisi

Dalam forum yang sama, Anggota Knesset, Naama Nemzi mengangkat isu migrasi tenaga profesional. “Pada 2023 terjadi migrasi besar dokter dan akademisi,” ujarnya.

Nemzi menyebut kondisi kerja dan peluang di luar negeri menjadi faktor utama. “Sebanyak 949 dokter meninggalkan Israel, dan tiga perempat tenaga ahli yang pergi berusia di bawah 40 tahun,” katanya.

Menurut Nemzi, tren tersebut berpotensi berdampak pada profesi lain. “Migrasi juga dapat memengaruhi bidang kerja dengan tingkat permintaan lebih rendah,” ucapnya.

Narasi Media Iran

Media Iran Kayhan menilai pengakuan pejabat Israel memperlihatkan posisi kuat Iran dalam pengembangan sains dan pendidikan tinggi. Media tersebut juga menyoroti sejarah ketegangan politik dan keamanan yang disebut berpengaruh terhadap perkembangan ilmiah di Kawasan.

Sejumlah laporan media Iran mengaitkan konflik geopolitik dengan kasus kematian ilmuwan nuklir dan akademisi dalam beberapa dekade terakhir. Tuduhan tersebut kerap muncul dalam dinamika hubungan Iran dan Israel, meski setiap pihak memiliki versi berbeda terkait peristiwa tersebut.

Terlepas dari ketegangan politik, perkembangan riset, pendidikan tinggi, dan inovasi teknologi tetap menjadi arena persaingan strategis kedua negara. Keduanya berupaya memperkuat kapasitas ilmiah dan sumber daya manusia untuk menopang kepentingan nasional di bidang ekonomi, pertahanan, dan teknologi.

Tags: