Loading

Ketik untuk mencari

Eropa

Rusia Sebut Barat ‘Dorong Perang Ukraina ke Arah Konfrontasi Global’

POROS PERLAWANAN — Kepala delegasi Rusia dalam perundingan pelucutan senjata di Wina, Yulia Zhdanova menyebut bahwa negara-negara Barat berupaya memperluas konflik Rusia–Ukraina menjadi konfrontasi berskala global. Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan khusus di Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa, Rabu 25 Februari.

Mengutip laporan IRNA yang merujuk kantor berita Rusia TASS, Zhdanova menilai eskalasi konflik bukan berasal dari Moskow. “Jelas bagi semua orang bahwa Rusia tidak memajukan infrastruktur militernya ke arah perbatasan negara-negara anggota NATO,” ujarnya dalam forum tersebut.

Zhdanova juga menolak tudingan ekspansi militer Rusia di luar negeri. “Rusia tidak mendirikan pangkalan militernya di seluruh dunia dan tidak memulai perang proksi melawan anggota NATO. Namun seluruh dunia menyaksikan blok Barat memulai babak baru kebijakan anti-Rusia,” katanya.

Dalam pernyataan lanjutan, Zhdanova menuding Barat membiayai konflik dengan dana publik. “Barat ingin mengubah konflik Ukraina menjadi konfrontasi global dengan uang yang mereka peroleh dari para wajib pajak,” ucapnya.

Menurut dia, pihak-pihak yang disebut menghambat proses damai tidak layak terlibat dalam perundingan akhir. “Mereka yang menyabotase perdamaian di Ukraina dan membiayai perang tidak seharusnya berharap mendapat tempat di meja perundingan untuk mengakhiri perang,” tegasnya.

Latar Konflik

Rusia melancarkan apa yang disebut sebagai “operasi militer khusus” di Ukraina pada 24 Februari 2022. Sejak saat itu, konflik bersenjata terus berlangsung dan kini memasuki tahun kelima.

Sejumlah upaya diplomatik telah dilakukan berbagai pihak, termasuk Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya menyampaikan komitmen untuk mengakhiri perang. Hingga kini, belum ada terobosan signifikan menuju kesepakatan damai.

Persoalan utama masih berkisar pada sengketa wilayah dan jaminan keamanan regional. Ketegangan antara Rusia dan negara-negara anggota NATO tetap tinggi, sementara jalur negosiasi belum menghasilkan titik temu.

Perkembangan terbaru menunjukkan posisi kedua pihak masih berseberangan tajam. Dengan dinamika tersebut, prospek penyelesaian konflik dalam waktu dekat dinilai masih menghadapi tantangan serius.

Tags: