Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Pemerintah Kota Nabatieh Sebut Media-media Saudi ‘Corong Rezim Zionis’

POROS PERLAWANAN – Pemerintah Kota dan Dewan Kota Nabatieh di Lebanon Selatan pada hari Sabtu 13 Juni mengecam keras laporan jaringan media Saudi, al-Arabiya dan al-Hadath, mengenai keberadaan terowongan Hizbullah di bawah kota tersebut.

Dilansir Fars, al-Arabiya pada hari Jumat menerbitkan sebuah laporan yang disertai video, sembari mengeklaim bahwa Militer Israel telah menemukan terowongan berisi senjata di bawah kota Nabatieh. Al-Arabiya juga mengutip sumber-sumber Barat yang menyatakan: “Militer Israel percaya bahwa pengeboman infrastruktur Nabatieh akan mengarah pada perdamaian dan stabilitas jangka panjang.”

Namun, Pemerintah Kota Nabatieh dalam pernyataannya mengatakan, mereka menganggap jaringan Al-Arabiya sebagai pihak yang terlibat dan bertanggung jawab atas setiap pengeboman terhadap infrastruktur kota tersebut.

“Tidak mengherankan bahwa saluran berita ini menjadi corong bagi Zionis dan membuka jalan bagi agresi terhadap kota mulia dan pejuang kami ini. Saluran swasta ini terus-menerus menyebarkan berita palsu dan provokatif untuk menciptakan suasana permusuhan terhadap Nabatieh,” tandas Pemerintah Kota Nabatieh.

“Apa yang dilakukan saluran ini adalah serangan media yang bertujuan menutupi agresi militer dan melayani tuan zalim dan agresornya. Kami di Pemerintah Kota Nabatieh menegaskan bahwa apa yang disebutkan saluran ini mengenai keberadaan terowongan di kota ini adalah bukti kebangkrutan media yang bertujuan untuk menghancurkan kota dan mencari pembenaran atas agresi.”

Pemerintah Kota Nabatieh menyatakan, setiap hari puluhan jurnalis Arab dan asing datang ke Nabatieh dan menyaksikan segala sesuatunya secara langsung. “Tidak diragukan lagi, jika terdapat aktivitas pasukan Hizbullah di kota, hal itu tidak akan luput dari pengamatan mereka.”

Dalam pernyataan itu, mereka menekankan bahwa klaim ini hanya bertujuan untuk menyebarkan racun informasi dan memberikan legitimasi media bagi agresi. Mereka mengajukan pertanyaan: Dari mana saluran berita al-Hadath mendapatkan informasinya? Atas dasar apa? Dan keahlian apa yang dimiliki saluran ini sehingga mengetahui bahwa ada terowongan di bawah kota?

“Jika informasi jaringan ini, seperti yang biasa mereka lakukan, berasal dari sumber Israel, maka kami menganggap mereka bertanggung jawab; karena Nabatieh adalah kota dengan peradaban manusia dan tetap menjadi simbol kota yang menyatukan semua kelompok pendidikan, sosial, dan ekonomi.”

Pemerintah Kota dan Dewan Kota Nabatieh kemudian meminta Badan Intelijen, Pemerintah Lebanon, dan para pejabat negara tersebut untuk mengambil tindakan terhadap laporan yang “palsu dan bias” ini. Pemerintah Kota Nabatiey juga menyerukan pemanggilan Manajer al-Hadath di Lebanon untuk meminta pertanggungjawaban atas laporan tersebut.