Loading

Ketik untuk mencari

Eropa

Pemerintahan Prancis Jatuh, Macron Didesak Segera Gelar Pemilu Baru

POROS PERLAWANAN – Perdana Menteri Prancis, François Bayrou menghadapi mosi tidak percaya di parlemen. Kantor Berita Tasnim, pada Selasa 9 September, melaporkan bahwa pada Minggu malam waktu Teheran, Bayrou telah resmi menerima mosi tidak percaya dari parlemen. Menurut laporan tersebut, Bayrou akan segera mengundurkan diri.

Pemimpin Partai Front Nasional, Marine Le Pen mendesak Presiden Emmanuel Macron untuk segera menggelar pemilihan umum baru. Ia menyebut Pemerintahan Macron sebagai “Pemerintahan Hantu” dan menegaskan bahwa Macron kini hanya memiliki satu pilihan: mengadakan pemilihan parlemen.

BBC dalam laporan terbarunya menyebut bahwa Prancis kini memasuki babak baru krisis politik setelah jatuhnya Bayrou akibat mosi tidak percaya. Bayrou sendiri merupakan Perdana Menteri keenam yang menjabat di bawah kepemimpinan Macron. Meski beberapa kali berhasil lolos dari mosi serupa, krisis kali ini terbukti menentukan.

Di sisi lain, masalah ekonomi menjadi latar penting yang memperburuk situasi politik. Perdebatan panjang terkait rancangan anggaran negara masih terus berlangsung. Dengan total utang mencapai 3,3 triliun Euro, setara 114 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), Prancis kini menjadi negara dengan beban utang terbesar di Eropa. Defisit anggaran diperkirakan menyentuh 5,8 persen dari PDB pada 2024, jauh melampaui aturan fiskal Uni Eropa yang hanya membolehkan defisit maksimal 3 persen.

Tags: