Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Hari Kelam di Yerusalem dan Gaza: 33 Entitas Israel Tewas atau Terluka Akibat Aksi Heroik Pemuda Palestina

POROS PERLAWANAN – Dua serangan bersenjata yang dilakukan pemuda Palestina pada Senin 8 September menewaskan sedikitnya 11 entitas Israel dan melukai 22 lainnya di Yerusalem Timur serta Gaza utara. Aksi tersebut memicu reaksi keras dari rezim Israel, sekaligus memunculkan kembali pernyataan dukungan dari Kelompok Perlawanan Palestina.

Menurut Kayhan pada Selasa, 9 September, di Yerusalem Timur, dua pemuda Palestina berusia sekitar 20 tahun yang menyamar dengan seragam polisi Israel, melepaskan tembakan ke arah sebuah bus dan kerumunan warga. Serangan ini menewaskan tujuh orang dan melukai 22 lainnya sebelum keduanya ditembak mati. Media Israel melaporkan bahwa kantor Perdana Menteri Benyamin Netanyahu segera menggelar rapat darurat keamanan menindaklanjuti insiden tersebut.

Beberapa jam kemudian, di kawasan Jabalia, Gaza utara, empat tentara Israel dilaporkan tewas setelah kendaraan lapis baja mereka dihantam alat peledak rakitan. Peristiwa ini terjadi di tengah operasi militer Israel yang telah berlangsung lebih dari 700 hari di Gaza.

Latar Belakang Konflik

Sejak lebih dari dua tahun terakhir, Israel melancarkan serangan intensif ke Jalur Gaza. Data resmi PBB menyebutkan bahwa lebih dari 63.000 warga Palestina tewas, 80 persen di antaranya adalah warga sipil. Sementara sumber-sumber lokal mengeklaim angka korban bisa mencapai lebih dari 200.000 orang, termasuk mereka yang tertimbun reruntuhan bangunan.

Sementara itu dalam pernyataan resminya, Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) menyebut operasi di Yerusalem sebagai “aksi heroik” sekaligus “respons alami” atas agresi Israel di Gaza dan Tepi Barat. Hamas menegaskan serangan tersebut menjadi pesan bahwa rencana Israel untuk memperluas pendudukan dan menguasai Gaza tidak akan berjalan mulus.

Hamas juga menyerukan rakyat Palestina untuk meningkatkan perlawanan terhadap pasukan Israel dan pemukim Yahudi, serta menegaskan tekad mereka untuk membela Masjid Al-Aqsa dan tanah Palestina.

Respons Rezim Israel

Perdana Menteri Netanyahu yang mengunjungi lokasi kejadian di Yerusalem menegaskan bahwa “siapa pun yang membantu pelaku akan ditangkap”. Presiden Israel menyebut serangan tersebut “mengejutkan”. Sementara Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, melontarkan ancaman akan “menghancurkan total” Gaza bila Hamas tidak menghentikan serangan.

Dalam unggahan di platform X, Katz menulis: “Hari ini badai besar akan menghantam Gaza. Kami menuntut Hamas membebaskan sandera dan menyerahkan senjata, jika tidak, Gaza akan hancur”.

Beberapa analis Israel menilai situasi saat ini sebagai krisis eksistensial paling serius sejak “negara” itu berdiri. Kolumnis Haaretz dan putra mantan pejabat intelijen Mossad, Rogel Alfer menyebut Israel “sedang menandatangani surat kematiannya sendiri”. Ia menilai perpecahan internal, krisis moral, serta kegagalan politik mempercepat keruntuhan.

Sejumlah analis lainnya, termasuk dari Yedioth Ahronoth, memprediksi Israel akan menghadapi keruntuhan dalam dua tahun ke depan. Mereka mengaitkannya dengan meningkatnya eksodus warga Israel ke Eropa, Amerika, dan Kanada, serta hilangnya keyakinan publik terhadap kemampuan pemerintah mengendalikan situasi keamanan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *