Pemimpin Ansharullah: Tujuan Utama Pertempuran Ma’rib adalah Usir Agresor dan Lawan Hegemoni Asing - POROS PERLAWANAN
Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Pemimpin Ansharullah: Tujuan Utama Pertempuran Ma’rib adalah Usir Agresor dan Lawan Hegemoni Asing

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, Pemimpin Ansharullah Sayyid Abdulmalik Badrudin Houthi menegaskan bahwa rakyat Yaman tidak akan sudi diayomi oleh Saudi, UEA, AS, atau Rezim Zionis.

“Kami menolak diayomi oleh Saudi, UEA, AS, Israel, atau negara lain. Kami adalah orang-orang bebas. Identitas keimanan kami menuntut agar kami berusaha mewujudkan kemerdekaan kami,” tegas Abdulmalik dalam peringatan Jumat pertama bulan Rajab.

Rakyat Yaman tiap tahun merayakan Jumat pertama Rajab, sebab pada hari ini orang-orang Yaman memenuhi seruan Imam Ali as yang diutus Rasulullah Saw untuk berdakwah. Mereka pun melakukan salat Jumat pertama dengan diimami beliau.

Pemimpin Ansharullah lalu menyinggung perkembangan lapangan di Provinsi Ma’rib dan mengatakan, ”Pertempuran kami di Ma’rib, al-Jawf, al-Baidha, Taiz, Pantai Barat, dan semua kawasan, murni bertujuan untuk mengusir para agresor yang memerangi bangsa kami. Para agresor ini berusaha menguasai dan memaksakan kepemimpinan atas kami.”

“Perang kami di Ma’rib, atau provinsi lain, bukan untuk menghadapi putra-putra atau penduduk provinsi-provinsi tersebut, sebab mereka memiliki identitas keimanan sama dengan kami. Mayoritas penduduk Provinsi Ma’rib adalah orang mulia dan merdeka,” lanjut Abdulmalik.

Menurutnya, hanya segelintir penduduk Ma’rib yang bertempur di bawah bendera perwira Saudi. Mereka berusaha memaksakan hegemoni Saudi di Yaman dalam bingkai kesetiaan kepada AS dan normalisasi hubungan dengan Rezim Zionis.

Pemimpin Ansharullah menegaskan, Pemerintah Keselamatan Nasional Yaman hanya memiliki satu tujuan, yaitu menghadapi para agresor dan melawan hegemoni asing di Yaman.

Abdulmalik juga memperingatkan munculnya gerakan takfiri di Yaman. Ia menyatakan bahwa gerakan ini terpisah dari rakyat Yaman dan tidak meyakini identitas keimanan bangsa Yaman.

“Rakyat kita memiliki latar belakang keimanan orisinal dalam sejarah yang kembali kepada Rasulullah Saw. Orang-orang takfiri memandang putra-putra Yaman sebagai orang kafir, kecuali jika mereka mengikuti paham Wahabi dan bergabung dengan kelompok takfiri,” tandasnya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *