Pemimpin Tertinggi Iran: Melenyapkan Rezim Zionis adalah Kewajiban Agama dan Moral
POROS PERLAWANAN – Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menegaskan bahwa sikap Republik Islam tetap tidak berubah. “Mereka mengancam akan melakukan tindakan jahat. Jika itu terjadi, mereka pasti akan menerima pukulan balasan yang tegas.”
Pernyataan ini disampaikan oleh Imam Ali Khamenei dalam khotbah Salat Idul Fitri pada Senin 31 Maret di Musolla Tehran. Salat Idul Fitri yang dilaksanakan dengan penuh kemegahan ini dihadiri oleh rakyat dari berbagai penjuru negeri. Lautan massa dengan penuh harapan akan karunia dan pertolongan Allah Swt melaksanakan salat yang dipimpin oleh Ayatullah Khamenei, hingga meluber ke jalan-jalan sekitar.
Dalam khotbah pertama, Ayatullah Khamenei mengucapkan selamat Idul Fitri kepada rakyat Iran dan umat Islam serta menyampaikan selamat atas Tahun Baru Iran (Nowruz). Beliau menyebut Ramadan tahun ini sebagai bulan pertumbuhan spiritual yang diiringi dengan upaya politik dan gerakan keimanan rakyat.
Beliau menjelaskan bahwa Ramadan adalah salah satu nikmat terbesar dari Allah, sebuah fenomena tauhid yang memberikan kesempatan bagi hamba-hamba-Nya untuk meningkatkan ketakwaan, membersihkan jiwa, serta memperbarui kehidupan spiritual. Puasa, keterikatan dengan Al-Quran, malam-malam Lailatul Qadar, doa, dan munajat adalah kesempatan berharga yang membentuk karakter manusia selama bulan suci ini.
Pemimpin Tertinggi juga menyoroti meningkatnya keterikatan masyarakat dengan Al-Quran, maraknya sedekah, serta buka puasa bersama di masjid-masjid dan tempat umum sebagai manifestasi dari Ramadan yang penuh berkah. Beliau menekankan pentingnya menjaga pencapaian spiritual ini hingga Ramadan berikutnya.
Selain itu, beliau mengapresiasi aksi demonstrasi besar rakyat Iran pada peringatan Yaumul Quds Internasional di hari Jumat terakhir bulan Ramadan. Menurutnya, gerakan besar ini menyampaikan banyak pesan bagi mereka yang ingin memahami dan mengenal bangsa Iran.
Kutukan terhadap Kejahatan Zionis
Dalam khotbah kedua, Ayatullah Khamenei menyebut genosida dan pembunuhan bayi yang dilakukan oleh rezim Zionis di Gaza dan Lebanon sebagai sumber penderitaan umat Islam selama bulan Ramadan. Beliau menegaskan, “Kejahatan ini terjadi di bawah perlindungan serta dukungan berkelanjutan dari Amerika terhadap geng kriminal yang telah merampas Palestina.”
Ayatullah Khamenei menggambarkan rezim Zionis sebagai kekuatan proksi bagi kaum kolonialis di kawasan tersebut. “Orang-orang Barat berulang kali menuduh negara-negara pemberani serta para pemuda yang bersemangat di kawasan ini sebagai proksi. Namun, jelas bahwa satu-satunya kekuatan proksi di kawasan ini adalah rezim korup yang, melalui pembakaran, genosida, dan penghancuran, melaksanakan agenda negara-negara yang menguasai kawasan ini setelah Perang Dunia Kedua.”
Menyoroti klaim antiterorisme yang sering diungkapkan oleh kekuatan penjajah yang mengendalikan dunia melalui uang dan media, Pemimpin Revolusi menyatakan, “Orang-orang yang sama ini, yang dalam pidato mereka menyebut pembelaan terhadap hak dan tanah bangsa sebagai terorisme dan kejahatan, justru menutup mata terhadap genosida dan aksi teror langsung yang dilakukan oleh kaum Zionis, atau bahkan turut mendukung tindakan-tindakan tersebut.”
Merujuk pada pembunuhan tokoh-tokoh seperti Abu Jihad, Fathi Shaqaqi, Ahmed Yassin, dan Imad Mughniyeh di berbagai negara oleh rezim Zionis, serta pembunuhan para ilmuwan Irak dalam operasi yang mereka lakukan, Ayatullah Khamenei menyatakan, “Amerika dan sejumlah negara Barat mendukung tindakan terorisme yang nyata ini, sementara dunia hanya menyaksikan tanpa bertindak.”
Ayatullah Khamenei dengan tegas mengutuk ketidakpedulian para pejuang hak asasi manusia terhadap syahidnya sekitar 20.000 anak Palestina dalam waktu kurang dari dua tahun. “Jika masyarakat di seluruh dunia, termasuk di Eropa dan Amerika, benar-benar mengetahui kejahatan ini, mereka pasti akan turun ke jalan untuk berdemonstrasi menentang Zionis dan Amerika. Dengan penyampaian informasi yang menyeluruh, protes mereka tentu akan semakin meluas.”
Dalam ringkasan fakta yang telah disampaikan, beliau menegaskan, “Kelompok kriminal, jahat, dan pembunuh ini harus dilenyapkan dari Palestina dan kawasan sekitarnya. Ini akan terjadi atas kehendak dan kekuatan Allah. Berjuang dalam hal ini merupakan kewajiban agama, moral, dan kemanusiaan bagi seluruh umat manusia.”
Menyoroti konsistensi posisi Republik Islam di kawasan, Pemimpin Revolusi menegaskan, “Sikap kami tetap teguh, dan permusuhan antara Amerika serta rezim Zionis tidak berubah.”
Ancaman terhadap Iran dan Respons Tegas
Di akhir khotbahnya, Ayatullah Khamenei menyampaikan dua poin penting terkait ancaman yang akhir-akhir ini dilontarkan oleh Amerika Serikat. Pertama, jika ada kejahatan yang dilakukan dari luar negeri—meskipun kecil kemungkinannya terjadi—pelakunya pasti akan menerima serangan balasan yang keras. Kedua, jika musuh, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, berniat menciptakan perpecahan di dalam negeri, maka bangsa ini akan memberikan perlawanan tegas terhadap para perusuh, sebagaimana yang telah terjadi di masa lalu.”
