Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Tiga Poin Penting dari Khotbah Idul Fitri Pemimpin Tertinggi Iran

POROS PERLAWANAN – Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei Ali Khamenei, dalam khotbah panjangnya setelah Salat Idul Fitri 1404 HS di Musalla Tehran pada Senin 31 Maret, menyoroti perkembangan dalam dan luar negeri.

Khotbah ini bukan sekadar pesan keagamaan, melainkan pernyataan strategis bahwa:

– Israel adalah ancaman yang harus dihilangkan, dan AS menanggung risikonya.
– Ancaman militer Barat hanyalah gertakan, tetapi Iran siap membalas jika diperlukan.
– Tekanan AS tidak akan mengubah kebijakan Iran.

Berikut tiga poin utama dari khotbah beliau:

1. Keteguhan pada Prinsip yang Tak Berubah

Di tengah tekanan ekonomi, ancaman, dan perang psikologis dari AS, Pemimpin Tertinggi menegaskan bahwa strategi Republik Islam tetap kukuh. Beliau kembali menekankan pentingnya menghancurkan rezim Israel, yang disebut sebagai “rezim boneka” atau “proksi”. Ini mengingatkan bahwa setiap tindakan Israel akan membawa dampak politik dan militer bagi AS dan Eropa di Kawasan.

2. Menyingkap Propaganda Barat

Salah satu momen penting dalam khotbah ini adalah ketika Imam Khamenei membongkar narasi ancaman militer yang digaungkan Donald Trump dan media Barat. Beliau menyatakan, “Kami tidak terlalu yakin dan tidak memberi probabilitas tinggi bahwa aksi jahat akan dilakukan dari luar,” beliau meragukan kredibilitas ancaman AS. Namun, beliau juga memperingatkan, “Jika ada aksi jahat, mereka pasti akan menerima pukulan balik yang keras.”

3. Sikap Iran Tetap Tegas

Semua harus paham! Posisi kami tetap seperti sebelumnya, permusuhan AS dan rezim Zionis juga tetap seperti dulu.”

Pernyataan ini menegaskan bahwa hubungan Iran-AS, termasuk surat Trump dan respons Iran, harus dilihat dari perspektif ini: Iran tetap teguh pada prinsipnya, sementara AS dan Israel terus bersikeras memusuhi rakyat Iran.

Tags: