Loading

Ketik untuk mencari

Opini

Poros Perlawanan Palestina Siapkan Beragam Kematian yang Bakal Membuat Zionis Menyesal dan Mengutuk Diri

Poros Perlawanan Palestina Siapkan Beragam Kematian yang Bakal Membuat Zionis Menyesal dan Mengutuk Diri

POROS PERLAWANAN – PBB, Qatar, dan sejumlah forum internasional dikabarkan telah meminta Hamas untuk mengakhiri pertempuran. Namun Hamas menegaskan kepada para mediator ini, bahwa tuntutannya adalah agar Israel berhenti mengusik Masjis Aqsa dan perkampungan Sheikh Jarrah.

Dilansir al-Alam, Wakil Ketua Kantor Politik Hamas, Saleh al-Arouri menyatakan bahwa Poros Perlawanan Palestina fokus pada Quds. Ia memberi pesan kepada para penjajah bahwa Quds adalah prioritas utama pertempuran.

Jubir Izzudin al-Qassam, Abu Ubaidah juga mengatakan, ”Garis merah kami dalam menanggapi Rezim Penjajah adalah pembelaan terhadap Quds. Bagi kami, membombardir Tel Aviv, Dimona, Ashkelon, Ashdod, dan Beirshaba, lebih mudah dari minum seteguk air.”

Ditujukan kepada Israel, Abu Ubaidah berkata, ”Mobilisasilah pasukan darat, laut, dan udara semampu kalian. Kami juga telah menyiapkan berbagai ragam kematian bagi kalian, sehingga kalian akan mengutuk diri kalian sendiri, serta tidak melihat kami lemah atau mundur.”

Untuk menguatkan statemen Sayyid Hasan Nasrallah soal meningkatnya kemampuan Poros Perlawanan, kami berpegang kepada berita ditembakkannya rudal Ayyash 250, dengan daya jangkau 250 km dan daya hancur tinggi, oleh al-Qassam ke bandara internasional Ramon di selatan Palestina Pendudukan, yang berjarak 220 km dari Gaza.

Mukadimah ini mengandung dua poin penting. Pertama, Poros Perlawanan memiliki banyak senjata. Kedua, serangan rudal Palestina menunjukkan kelemahan dan keringkihan Israel. Selain itu, serangan rudal juga membuktikan korupsi yang dilakukan petinggi politik dan militer Israel, terutama Benyamin Netanyahu.

Kasus penggelapan lain yang akan terungkap oleh serangan rudal Palestina adalah tindakan para pejabat korup ini dalam menghisap aset-aset Rezim Zionis yang berasal dari pembayar pajak AS; korupsi yang mungkin bernilai jutaan dolar dan akan segera dibeberkan.

Harian Lebanon, al-Dayyar menulis, usai peringatan yang dilayangkan Sekjen Hizbullah kepada Israel, Pemerintah Rezim Zionis pun buru-buru menghubungi para pejabat tinggi Rusia guna menenangkan front Lebanon. Pesan Israel menyebutkan, latihan perangnya bukan sebagai persiapan perang di front utara, tapi hanya program reguler untuk mempertahankan kesiapan militer.

Tags: