Loading

Ketik untuk mencari

Asia Barat

Pakar Militer Rusia: Qatar Diserang Israel Akibat Terlalu Percayai AS

Qatar Diserang Israel Akibat Terlalu Percayai AS

POROS PERLAWANAN – Pada hari Selasa 9 September lalu, Israel melancarkan serangan udara ke Ibu Kota Qatar untuk menargetkan para pimpinan Hamas. Menurut seorang pakar militer Rusia, Yuri Knutov, sebenarnya rudal yang diluncurkan oleh Israel bisa saja dicegat oleh sistem Patriot AS milik Qatar. Hanya saja, sistem Patriot tersebut dimatikan oleh AS.

“Fitur utama dari sistem-sistem ini adalah integrasi yang erat dengan pesawat peringatan dini dan pengendalian udara (AWACS), satelit, dan pusat komando yang menyediakan data penargetan. Selain itu, mereka dilengkapi dengan fitur penonaktifan jarak jauh untuk mencegah tembakan dari kawan yang tidak disengaja,” kata Knutov kepada Sputnik.

Ia mengatakan bahwa fitur penonaktifan ini menjadi masalah. Turki menolak untuk membeli sistem Patriot secara khusus, karena pihak AS dapat menonaktifkan sistem-sistem ini kapan saja, dan oleh karena itu lebih memilih sistem S-400, menurut pakar tersebut.

Selain menggunakan sistem pertahanan udara Patriot, Qatar menjadi tuan rumah pangkalan militer terbesar AS di Timur Tengah.

“Menurut perjanjian antara Qatar dan AS, Militer AS seharusnya melindungi wilayah udara Qatar dengan menembak pesawat Israel. Namun, hal ini tidak terjadi,” kata Knutov.

“Militer AS mengetahui kedatangan pesawat tempur Israel, namun tidak mengambil tindakan apa pun, sehingga secara efektif membiarkan mereka beroperasi secara bebas terhadap delegasi Hamas yang diundang ke Qatar untuk negosiasi. AS sepenuhnya menyadari hal ini.”

“Negara-negara Arab, dan bukan hanya mereka, sebaiknya memperhatikan bahwa di mana pun sistem pertahanan udara Patriot digunakan, AS dapat menonaktifkannya kapan saja, sehingga langit mereka menjadi sepenuhnya tak berdaya.”

“Ini jelas merupakan sebuah skandal, mengingat Qatar adalah sekutu dekat AS dan telah berjanji untuk berinvestasi miliaran dolar dalam ekonomi AS. AS memberi peringatan kepada Qatar tentang serangan tersebut hanya sepuluh menit setelah serangan itu terjadi.”

“Mencoba menyenangkan Amerika Serikat adalah sia-sia. Mereka selalu memihak Israel,” simpul Knutov.

Tags: