Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Venezuela Aktifkan 284 Front di Tengah Eskalasi Ketegangan dengan AS

Venezuela Aktifkan 284 Front di Tengah Eskalasi Ketegangan oleh AS

POROS PERLAWANAN – Presiden Venezuela, Nicolas Maduro mengumumkan pada Kamis 11 September bahwa negaranya akan mengerahkan pasukan militer, polisi, dan pertahanan sipil di 284 lokasi front pertempuran di seluruh negeri. Langkah ini adalah bagian dari upaya terbaru untuk menunjukkan kapasitas militernya di tengah ketegangan yang meningkat dengan AS.

Diberitakan al-Mayadeen, Maduro tidak menyebutkan jumlah pasukan militer, polisi, atau milisi sipil yang akan ikut serta dalam penempatan baru tersebut. Namun Pemerintah Venezuela telah mengumumkan penambahan 25.000 tentara untuk negara-negara bagian di sepanjang perbatasan Venezuela dengan Kolombia.

Dalam pidato televisi negara dari kota pesisir Ciudad Caribia, didampingi oleh Menhannya, Maduro menyatakan bahwa Venezuela siap untuk pertempuran bersenjata jika diperlukan. Ia menandaskan bahwa pasukan resmi telah sepenuhnya ditempatkan di sepanjang semua wilayah pesisir dan perbatasan, mulai dari perbatasan dengan Kolombia hingga seluruh wilayah negara.

Terkait serangan militer AS terhadap sebuah perahu di Karibia yang menewaskan 11 orang pekan lalu, Mendagri Venezuela pada Kamis kemarin mengatakan, tidak ada satupun dari mereka yang merupakan anggota geng Venezuela Tren de Aragua. Pernyataan ini dikeluarkan saat negara di Amerika Selatan tersebut mengerahkan pasukan di tengah ketegangan yang meningkat dengan AS.

Pemerintahan Trump sebelumnya mengeklaim bahwa kapal tersebut mengangkut narkotika ilegal. Namun Washington belum memberikan informasi lebih lanjut mengenai insiden tersebut, meskipun ada tuntutan dari anggota Kongres AS untuk penjelasan mengenai tindakan tersebut.

“Mereka secara terbuka mengaku telah membunuh 11 orang,” kata Mendagri Diosdado Cabello dalam siaran televisi negara Venezuela. Ia menambahkan bahwa negara tersebut telah melakukan penyelidikan sendiri. “Ada keluarga korban yang hilang yang ingin menemukan kerabat mereka, dan ketika kami menanyakan di kota-kota tersebut, tidak ada yang berasal dari Tren de Aragua, tidak ada yang merupakan pengedar narkoba,” kata Cabello.

Setelah insiden tersebut, Pemerintah Venezuela menyatakan bahwa video serangan yang diunggah oleh Trump dibuat menggunakan kecerdasan buatan, sementara Pentagon tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *