Saat Trump Dibuang ke 'Tong Sampah Sejarah' Berlumur Aib, Ingatan Dunia atas Syahid Soleimani Justru Kian 'Cemerlang' - POROS PERLAWANAN
Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Saat Trump Dibuang ke ‘Tong Sampah Sejarah’ Berlumur Aib, Ingatan Dunia atas Syahid Soleimani Justru Kian ‘Cemerlang’

Saat Trump Dibuang ke 'Tong Sampah Sejarah' Berlumur Aib, Ingatan Dunia atas Syahid Soleimani Justru Kian 'Cemerlang'

POROS PERLAWANAN – Dilansir laman IFPNews, Iran mengatakan Donald Trump, yang meninggalkan Gedung Putih pada Rabu, akan “dibuang ke tong sampah sejarah dengan aib” karena telah membunuh Komandan Anti-teror Iran, Letnan Jenderal Qassem Soleimani. Sementara ingatan Dunia atas prestasi Sang Syahid akan terus “bersinar cemerlang”.

“Trump, [Menlu AS, Mike] Pompeo dan sekutunya pada akhirnya dimasukkan ke tong sampah sejarah dengan aib. Namun ingatan Dunia terhadap Jenderal Soleimani dan 1000-an orang yang dibunuh, mereka yang cacat dan kelaparan makanan serta kekurangan pasokan obat-obatan akibat keputusan keji Trump terkait ekonomi, terorisme, dan kejahatan terhadap kemanusiaan, akan semakin bersinar cemerlang”, tweet Zarif pada Rabu.

“Mungkin saja orang baru di DC telah belajar,” tambahnya, mengacu pada Presiden Joe Biden yang resmi menjabat Presiden ke-46 AS pada hari sebelumnya.

Zarif juga me-retweet unggahan Putri Jenderal Soleimani, Zainab, yang mengirim pesan selamat tinggal kepada presiden AS, “pembunuh ayahnya” yang akhirnya resmi ditendang keluar dari Gedung Putih.

“Tuan Trump, Anda telah membunuh ayah saya, Jenderal yang memimpin kemenangan perang melawan ISIS/Al-Qaeda, dengan harapan sesat bahwa Anda akan dilihat sebagai semacam pahlawan, namun sebaliknya ternyata Anda dikalahkan, diisolasi dan dihancurkan -dipandang bukan sebagai pahlawan, melainkan orang yang hidup dalam ketakutan akan musuh. (Betapa) Ironisnya!”

Sebelumnya pada hari yang sama, Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan Trump mendaftarkan terorisme negara pada catatan resmi Amerika dengan secara terbuka mengklaim tanggung jawab atas pembunuhan Jenderal Soleimani di negara ketiga.

“Kami [belum pernah sebelumnya] melihat seorang presiden AS secara eksplisit mengumumkan bahwa dia telah membunuh seorang Komandan Militer Senior yang menjadi tamu di negara ketiga,” kata Rouhani dalam pertemuan Kabinet di Teheran.

“Dengan apa yang dilakukan teroris bodoh ini, cap ‘Terorisme Negara’ tertulis di dahi Amerika Serikat. Hari ini adalah akhir dari kehidupan politik individu (Trump) yang melanggar hukum internasional dan kewajiban [AS] selama empat tahun,” tambah Rouhani.

Jenderal Soleimani, Komandan Pasukan Quds dari Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC), dan rekan sejawat Iraknya Wakil Kepala Unit Mobilisasi Populer, Abu Mahdi al-Muhandis, dibunuh bersama dengan rekan-rekan mereka dalam serangan drone teror AS di dekat Bandara Internasional Baghdad pada 3 Januari.

Kedua Komandan tersebut sangat populer karena peran kunci yang mereka mainkan dalam memberantas teroris ISIS Takfiri di wilayah tersebut, khususnya di Irak dan Suriah.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *