Loading

Ketik untuk mencari

Iran Palestina

Sadar Iran Makin Tangguh, Mantan Petinggi Mossad Kritik Netanyahu

Sadar Iran Makin Tangguh, Mantan Petinggi Mossad Kritik Netanyahu

POROS PERLAWANAN – Salah satu mantan staf Direktur Mossad mengkritik Benyamin Netanyahu lantaran Iran telah menjadi semakin kuat di masa pemerintahannya.

Dilansir Fars, harian Israel, Yedioth Ahronoth mengaku tidak bisa mengungkap identitas lengkap mantan petinggi Mossad ini, sehingga hanya menyebutnya dengan inisial “A”, yang merupakan huruf pertama nama orang tersebut.

“Kondisi kita saat ini lebih buruk dibandingkan tahun 2015 (saat JCPOA dibuat). Mereka (Iran) tidak menghentikan aksi ekspansif dan terus membuat rudal,” kata A kepada Yedioth Ahronoth.

Terkait kegagalan kebijakan Netanyahu melawan Iran, A menjelaskan, ”Ketika saya melihat sekarang, yaitu Maret 2021, kita berada di posisi saat Iran sedang mengayakan uranium di Ferdow, melakukan aktivitas nuklir di Natanz dan Kashan, serta mencadangkan 2,5 ton uranium yang dikayakan. Mereka juga memiliki sentrifugal-sentrifugal modern.”

Menurutnya, Netanyahu pada tahun 2015 memosisikan dirinya sebagai penentang Barack Obama, sehingga mengurangi kemampuan Israel untuk mengatasi “cacat-cacat JCPOA”.

“Selain itu, di saat program nuklir Iran adalah ancaman eksistensif yang mesti diprioritaskan, Pemerintah justru melakukan kekeliruan dengan mencampuradukkannya bersama isu-isu peran Iran di Kawasan dan pengiriman rudal-rudal berpresisi ke Hizbullah dan proksinya di Suriah,” papar A.

Menurutnya, akibat pencampuradukan ini, Netanyahu tak bisa melakukan tekanan utama untuk meminimalkan ancaman nuklir.

Padahal faktanya, Rezim Zionis adalah satu-satunya pemilik senjata nuklir di Asia Barat.

Dengan dukungan negara-negara Barat, Israel menolak bergabung dalam kesepakatan internasional pengawasan program senjata nuklir.

Negara-negara Barat, yang dipimpin AS, dalam beberapa tahun terakhir kerap menuding Iran mengincar tujuan-tujuan militer dalam program nuklirnya. Meski Teheran sendiri membantahnya dengan tegas.

Iran menyatakan, sebagai pihak yang menandatangani Perjanjian Penyebaran Senjata Nuklir (NPT) dan anggota IAEA, Teheran berhak memiliki teknologi nuklir untuk tujuan-tujuan damai.

Selain itu, sejumlah inspeksi IAEA atas fasilitas-fasilitas nuklir Iran menunjukkan bahwa Teheran sama sekali tidak mengincar tujuan militer dalam program nuklirnya.

Tags:

1 Komentar

  1. oxvow.com Maret 23, 2021

    exceptional post, i like it

    Balas

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *