Sambut Baik Simpati Global, Hamas Serukan Perlawanan Internasional untuk Isolasi Rezim Zionis
POROS PERLAWANAN – Gerakan Perlawanan Islam Hamas menyerukan pembentukan perlawanan internasional seluas mungkin guna mengisolasi rezim Zionis dan mengungkap kejahatannya di Jalur Gaza dan wilayah Palestina yang Diduduki.
Dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis pada Sabtu malam 19 Juli, Hamas menegaskan: “Kami menyerukan kepada seluruh dunia untuk segera mengambil tindakan guna membentuk front internasional terluas dalam rangka mengisolasi rezim Zionis dan mengungkap kejahatannya.”
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul keputusan bersejarah dari Hague Palestine Support Group yang berkumpul di Bogota, Ibu Kota Kolombia. Forum tersebut memutuskan untuk memberlakukan sanksi terhadap entitas Zionis, termasuk larangan ekspor senjata dan amunisi, peninjauan ulang seluruh perjanjian yang ditandatangani dengan rezim tersebut, serta mendukung penyelidikan internasional atas kejahatan perang yang dilakukan di Jalur Gaza.
Gerakan Hamas menyambut baik langkah tersebut dan menyatakan bahwa keputusan itu mencerminkan “denyut nurani bebas umat manusia yang menentang kejahatan perang dan agresi brutal yang dilakukan oleh rezim Zionis terhadap rakyat Palestina”.
Dalam pernyataan yang sama, Hamas menyoroti bahwa krisis kemanusiaan di Gaza telah mencapai titik nadir sebagai akibat dari pembantaian sistematis, kelaparan yang dipaksakan, dan blokade total terhadap akses kebutuhan dasar.
Hamas menegaskan bahwa langkah konkret masyarakat internasional, bukan sekadar kecaman retoris merupakan keharusan moral untuk menghentikan mesin pembantaian Israel yang terus beroperasi tanpa henti.
“Kami menyerukan sanksi yang lebih luas terhadap rezim Zionis, pembukaan jalur hukum internasional untuk menuntut para penjahat perang, serta segera diakhirinya agresi brutal terhadap warga sipil yang tak berdaya. Ini bukan sekadar perang ini adalah genosida,” tegas Hamas dalam penutup pernyataannya.
Sementara itu, koalisi negara-negara pendukung Palestina dalam pertemuan dua hari di Bogota menyepakati enam langkah strategis untuk mengerem agresi Israel. Langkah-langkah tersebut termasuk pemutusan kerja sama militer, pengakuan hak rakyat Palestina atas perlawanan, dan dorongan internasional untuk pertanggungjawaban hukum atas kejahatan kemanusiaan yang dilakukan di wilayah Palestina yang Diduduki.
Langkah ini menandai fase baru dalam konsolidasi dukungan global terhadap perjuangan rakyat Palestina. Isolasi diplomatik dan ekonomi terhadap Tel Aviv semakin menguat, seiring terbangunnya kesadaran global bahwa diam berarti turut bersekongkol dalam kejahatan.
