Loading

Ketik untuk mencari

Opini

Saudi dan UEA Terjebak Jalan Buntu, Pertanda Invasi Mereka atas Yaman Nyaris Berakhir?

Saudi dan UEA Terjebak Jalan Buntu, Pertanda Invasi Mereka atas Yaman Nyaris Berakhir?

POROS PERLAWANAN – Dilansir al-Alam, keputusan Pemerintahan Joe Biden saat ini mendapatkan perhatian berlipat, sebab itu akan menentukan proses kebijakan-kebijakan mendatang Washington di hadapan Riyadh dan Abu Dhabi.

Saudi sangat cemas lantaran dicabutnya status rahasia dari laporan Badan Intelijen AS terkait pembunuhan Jamal Khashoggi dan ditangguhkannya pencantuman Ansharullah dalam daftar terorisme AS.

Kemenlu AS juga telah mengumumkan bahwa perjanjian penjualan F-35 ke UEA dan bom-bom modern ke Saudi akan ditunda untuk sementara.

Di saat bersamaan, Pemerintah Italia juga menghapus izin ekspor senjata ke Saudi dan UEA berdasarkan UU 185 yang disahkan pada tahun 1999. Menurut UU ini, Italia dilarang menjual senjata ke negara-negara pelanggar HAM. Roma telah menyatakan tak akan mengeluarkan izin baru untuk menjual senjata kepada dua negara ini.

Sejumlah lembaga internasional, seperti Badan Amnesti Internasional dan Oxfam, menyambut baik keputusan-keputusan di atas.

“Ditangguhkannya penjualan senjata oleh AS adalah sebuah langkah positif. Ini akan meningkatkan tekanan atas negara-negara Eropa, terutama Inggris dan Prancis, agar mereka juga melakukan hal serupa dan berhenti memperparah krisis kemanusiaan di Yaman,” kata seorang petinggi Badan Amnesti Internasional, Philippe Nassif.

Kendati UEA mengaku telah memprediksi kebijakan ini, namun sebagian pihak meyakini bahwa langkah ini adalah pertanda berubahnya cara Pemerintah Biden dalam memperlakukan para sekutu lama AS di Kawasan.

Hal ini memicu kekhawatiran negara-negara pelaku normalisasi, sebab mereka berharap untuk meningkatkan kemampuan persenjataan dan menghindar dari tuntutan internasional atas kejahatan yang mereka lakukan.

Lantaran khawatir bahwa negara-negara pelaku normalisasi akan menyangka tidak mendapatkan hasil dari normalisasi, Benyamin Netanyahu pun berusaha menenangkan mereka.

PM Israel berkata, ”Penangguhan penjualan jet modern tidak akan mencederai kesepakatan normalisasi.”

Netanyahu juga menegaskan bahwa “kita berada di tahap yang tak ada jalan untuk kembali”.

Hubungan antara Biden dan Saudi bisa saja menjadi isu yang paling banyak dibahas di masa Presiden baru AS ini.

Apakah Biden akan mengakhiri aliansi Washington dengan Riyadh dan Abu Dhabi? Ataukah ia akan melanjutkan dukungan tanpa batasnya, dan semua kebijakan ini hanya strategi untuk memerah negara-negara kaya minyak lebih banyak lagi?

Apakah negara-negara pelaku normalisasi akan sadar bahwa mereka tidak mendapatkan apa pun dari normalisasi selain kehinaan, kepatuhan mutlak kepada Barat, dan kegagalan?

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *