Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Sekjen Hizbullah Tekankan Pentingnya Melawan Musuh via Media

Sekjen Hizbullah Tekankan Pentingnya Melawan Musuh via Media

POROS PERLAWANAN – Sekjen Hizbullah, Sayyid Hasan Nasrallah dalam pidatonya pada Senin 5 Juli mengatakan, media adalah salah satu konfrontasi terpenting Poros Perlawanan versus musuh. Sebab itu, perlawanan media juga harus dikembangkan seperti halnya perlawanan militer.

“Salah satu faktor penting untuk memperbarui wacana media adalah keteguhan Poros Perlawanan. Alasan pembaruan wacana media lainnya adalah kemenangan mencolok pejuang Palestina dalam Perang Pedang Quds,” kata Sayyid Nasrallah, diberitakan Fars.

Sekjen Hizbullah menyatakan, tiap agresi Israel sama saja dengan agresi AS. Hak bangsa Palestina atas tanah mereka bermula dari laut hingga sungai. Bangsa Lebanon juga berhak memperoleh kembali tanah-tanah mereka yang diduduki Israel.

“Ketika hari ini kita bicara soal pembebasan Palestina dan pelenyapan Rezim Zionis, tentu kita tidak bicara soal mimpi dan ilusi. Tapi kita bicara tentang harapan-harapan nyata,” kata Sayyid Nasrallah.

“Dalam melakukan psy war, kita tidak menggunakan kebohongan dan delusi. Salah satu titik kekuatan media Poros Perlawanan adalah kejujuran dalam mentransfer berita dan peristiwa.”

“Kita tidak berlebih-lebihan dalam tujuan-tujuan kita. Ini adalah salah satu parameter terpenting kekuatan Poros Perlawanan. Pejuang Palestina telah berjanji akan melindungi Quds dan berkomitmen atas janji ini.”

“Musuh memblokir jaringan satelit dan situs-situs internet (Poros Perlawanan). Hal ini dilakukan karena pengaruh dari media-media tersebut. Kita harus bertukar pengalaman dalam bidang media serta memanfaatkan medsos,” paparnya.

“Meski semua mengakui kemenangan Poros Perlawanan di Palestina, namun sebagian media di negara-negara sekitar Teluk Persia mengingkari kemenangan ini.”

“Musuh saat ini memulai perang media untuk melakukan penyimpangan dan menodai citra para pejuang serta menyebut mereka berafiliasi kepada Iran. Yang paling buruk adalah ketika media-media Arab membandingkan faksi Perlawanan dengan sindikat-sindikat kriminal,” jelas Sayyid Nasrallah.

Ia menandaskan, para perancang konspirasi bertujuan agar bangsa-bangsa di Kawasan disibukkan dengan problem mereka hingga melupakan isu Palestina.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *