Sekjen Jihad Islam: Al-Quds adalah Senjata Terbesar Umat Islam
POROS PERLAWANAN – Sekretaris Jenderal Gerakan Jihad Islam Palestina, Ziyad al-Nakhalah menegaskan bahwa bangsa Palestina merupakan salah satu bangsa terkuat di dunia dan Al-Quds (Yerusalem) menjadi simbol pemersatu umat Islam.
Dalam pidatonya menjelang Yaumul Quds Internasional pada Rabu 26 Maret, al-Nakhalah menyampaikan penghormatan kepada para Syuhada Perlawanan yang gugur dalam Operasi “Badai Al-Aqsa” pada 7 Oktober 2023.
“Para pejuang gagah berani ini bertempur melawan musuh dengan keberanian yang tak tertandingi,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pengorbanan para syuhada merupakan bukti kesetiaan mereka kepada Allah serta perjuangan perlawanan Palestina.
“Meski menghadapi banyak pengorbanan, persatuan Kelompok Perlawanan di Kawasan ini tetap kokoh. Bangsa Palestina akan terus mempertahankan hak-haknya dan tidak akan mundur,” tegasnya.
Lebih lanjut, al-Nakhalah menyampaikan bahwa bangsa Palestina telah menunjukkan ketangguhan luar biasa di tengah tekanan global.
“Bangsa kami telah membuktikan kekuatannya. Meskipun ada konspirasi global, kami tidak akan hancur. Al-Quds adalah senjata terbesar dunia,” ujarnya.
Makna Pidato dan Konteksnya
Pernyataan al-Nakhalah menggarisbawahi dua poin utama:
– Ketahanan Palestina di Tengah Tekanan Internasional
Meskipun menghadapi tantangan global, perjuangan perlawanan tetap berlangsung.
– Al-Quds sebagai Simbol Perlawanan
Yerusalem menjadi faktor pemersatu umat Islam dalam perjuangan melawan pendudukan.
Pidato ini disampaikan menjelang peringatan Yaumul Quds Internasional, yang jatuh pada Jumat terakhir bulan Ramadhan. Pada hari ini diperingati sebagai momen solidaritas global bagi perjuangan rakyat Palestina.
Sumber: Kantor Berita Fars Internasional
