Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Sekjen Hizbullah: Pertempuran Melawan Musuh Zionis Belum Berakhir

POROS PERLAWANAN – Sekretaris Jenderal Hizbullah, Syekh Naim Qasim menegaskan bahwa selama 75 tahun terakhir, Israel gagal menduduki Gaza dan Yerusalem (al-Quds) secara penuh maupun melegitimasi pendudukannya atas Palestina. Upaya tersebut tidak mampu mengubah realitas di lapangan.

Dalam pidatonya dalam peringatan Yaumul Quds Internasional, Rabu 26 Maret, Syekh Qasim menyatakan bahwa Amerika Serikat memiliki agenda besar dan berbahaya di Timur Tengah, menggunakan Israel sebagai alat untuk melikuidasi perjuangan Palestina, mengusir penduduk asli, dan menduduki wilayah negara-negara tetangga.

“Rencana Amerika bertujuan menciptakan Timur Tengah Baru sesuai kepentingan mereka, tetapi kami akan menggagalkannya, Insya Allah,” tegasnya.

Syekh Qasim menyoroti bahwa operasi “Badai Al-Aqsa” mencerminkan krisis eksistensial Israel. Ia menilai Tel Aviv gagal menghancurkan Perlawanan Palestina serta tidak mencapai tujuan strategisnya, termasuk penguasaan atas Sungai Litani. Ia juga memberikan penghormatan kepada rakyat Palestina atas keteguhan mereka dalam mempertahankan Tanah Airnya.

“Seluruh rasa hormat saya kepada rakyat Palestina, yang telah menunjukkan ketabahan luar biasa dan pengorbanan besar demi mempertahankan hak mereka,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa Israel tidak hanya berupaya mengusir warga Palestina, tetapi juga memecah-belah kawasan tersebut melalui kebijakan genosida dan pembunuhan sistematis. Meski demikian, Syekh Qasim menegaskan bahwa selama 75 tahun, Israel gagal menghapus identitas Palestina.

“Operasi Badai Al-Aqsa dilakukan untuk mengubah perhitungan. Cahaya perjuangan Palestina tetap bersinar sebagai kebenaran di dunia, dan tidak ada yang bisa memadamkannya. Identitas Israel semakin terungkap setiap hari melalui tindakan kriminalnya,” lanjutnya.

Sekjen Hizbullah itu menambahkan bahwa rezim Zionis menghadapi krisis eksistensial dan tidak bisa mempertahankan keberadaannya hanya dengan pendudukan. Ia kembali menghormati rakyat Palestina yang telah berkorban dalam perjuangan ini, dengan lebih dari 50.000 syuhada dan lebih dari 100.000 warga terluka.

Syekh Qasim menekankan bahwa rencana Amerika yang dijalankan melalui Israel bertujuan mengakhiri perjuangan Palestina, menduduki tanah Lebanon, Suriah, Mesir, dan Yordania, serta mengendalikan Timur Tengah. Namun, ia yakin bahwa pengorbanan dan perjuangan rakyat akan menggagalkan skenario ini.

Di akhir pidatonya, ia menegaskan Allah Swt telah memberikan rahmat dengan mengutus Imam Khomeini, yang menyerukan persatuan dalam perjuangan membebaskan Palestina dan pencetusan Yaumul Quds, serta kepemimpinan Imam Khamenei yang terus mendukung Poros Perlawanan.

“Hizbullah yakin bahwa kemenangan akan menjadi milik kami. Pertempuran melawan musuh Zionis belum berakhir,” pungkasnya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *