Selain Indonesia, Sudan Selatan Jadi Tujuan Baru Rencana Israel Pindahkan Paksa Penduduk Gaza
POROS PERLAWANAN — Sebuah media berbahasa Ibrani mengungkapkan bahwa di tengah berlanjutnya serangan dan konflik di Jalur Gaza, Israel tengah bernegosiasi dengan Sudan Selatan, Indonesia, Libya, Ethiopia, dan sejumlah negara Afrika lainnya untuk menerima warga Gaza yang akan direlokasi.
Reporter Ynet, Itamar Eisner, pada Rabu 13 Agustus melaporkan bahwa Israel sedang menjalin pembicaraan dengan lima negara, termasuk Sudan Selatan, terkait rencana pemindahan penduduk Gaza. Minggu lalu, Wakil Menteri Luar Negeri Sudan Selatan mengunjungi wilayah Palestina yang Diduduki untuk membahas hal ini, sementara perundingan paralel berlangsung dengan Indonesia, Libya, Ethiopia, dan negara-negara Afrika lain.
Mengutip Associated Press, Ynet menyebut enam sumber terpisah mengonfirmasi adanya pembicaraan antara Israel dan Sudan Selatan, meski kemajuan konkret dari negosiasi tersebut belum jelas. Namun, rencana memindahkan penduduk dari wilayah yang telah hancur akibat perang, kekurangan pangan, dan minim layanan dasar, ke negara lain yang menghadapi tantangan serupa, memunculkan kekhawatiran serius terkait hak asasi manusia.
Kementerian Luar Negeri Israel menolak berkomentar atas laporan tersebut, sementara Kementerian Luar Negeri Sudan Selatan belum memberikan tanggapan. Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS juga menolak mengomentari diskusi diplomatik tertutup. Di sisi lain, Mesir secara tegas menolak pemindahan warga Gaza.
Pendiri sebuah perusahaan Amerika yang beroperasi di Sudan Selatan, Joe Slavic mengatakan telah menerima informasi langsung dari pejabat Sudan Selatan mengenai negosiasi ini.
Menurutnya, delegasi Israel berencana mengunjungi Sudan Selatan untuk membicarakan pembangunan kamp-kamp pengungsian Palestina di negara tersebut, dengan biaya yang kemungkinan besar akan ditanggung oleh Israel. Jadwal pasti kunjungan itu belum diumumkan.
