Senator AS Akui Washington Hanya Incar ‘Harta Karun’ di Ukraina
POROS PERLAWANAN – Senator senior dari Partai Republik, Lindsey Graham pada hari Senin 17 Februari memperingatkan, Ukraina bisa menjadi Afghanistan jilid kedua bagi AS.
“Saya memperingatkan (Donald) Trump bahwa jika dia tidak memiliki sikap relevan dalam masalah Ukraina, masalah Afghanistan akan terulang kembali,” kata Graham dalam seminar yang diadakan majalan Politico di sela-sela Konferensi Keamanan Munich, Fars melaporkan.
Graham menilai, sekarang ini Trump memiliki pola pandang berbeda terkait Ukraina. “Kesepakatan bahan-bahan mineral penting (yang digagas oleh Trump) adalah mimpi buruk bagi Zelensky, sebab akan mengubah Ukraina menjadi sebuah transaksi komersial.”
“Jika Zelensky tidak menerima kesepakatan tersebut, itu akan membuat Trump terlihat lemah. Sebab itu, Trump akan meremukkannya.”
Senator yang separtai dengan Trump itu secara terbuka mengakui, AS memang mengincar kekayaan tambang Ukraina. Graham bahkan mengatakan,”Mereka (orang-orang Ukraina) benar duduk di atas harta karun. Jika AS memiliki cadangan semacam ini, tak perlu ada yang dibela di Ukraina.”
Sebelum ini, Presiden Ukraina telah mengakui “fakta pahit” soal sikap Washington terhadap Kiev.
Dalam Konferensi Keamanan Munich, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa Washington tidak pernah berminat agar Kiev bergabung dengan NATO. Menurut Zelensky, hal ini bahkan sudah terlihat sebelum berubahnya sikap Pemerintahan Donald Trump terkait perang Rusia vs Ukraina.
“AS tidak pernah melihat kami sebagai anggota NATO. Mereka hanya bicara saja soal masalah ini. Mereka tidak benar-benar menginginkan kami berada di NATO,” kata Zelensky,
Tujuan Ukraina dari perang melawan Rusia adalah kembali ke perbatasan tahun 2014 dan menjadi anggota NATO. Namun Pemerintahan Trump menganggap tujuan-tujuan ini tidak realistis.
Dalam kontak teleponnya dengan Vladimir Putin belum lama ini, Trump menyatakan bahwa bergabungnya Ukraina dengan NATO “tidak bisa diwujudkan.” Dia juga berkata, Kiev tidak akan bisa mengambil kembali seluruh wilayahnya dari Rusia.
Sikap ini membunyikan alarm bahaya kepada para pimpinan Eropa, sebab menandakan bahwa Trump mungkin akan membuat kesepakatan sepihak dengan Rusia tanpa menyertakan Eropa, bahkan Ukraina sendiri.
