Setelah Tumbangnya Trump, Apakah Macron Bakal Terjebak Jadi Pelindung Bin Salman Kontra Iran? - POROS PERLAWANAN
Loading

Ketik untuk mencari

Analisa

Setelah Tumbangnya Trump, Apakah Macron Bakal Terjebak Jadi Pelindung Bin Salman Kontra Iran?

Setelah Tumbangnya Trump, Apakah Macron Bakal Terjebak Jadi Pelindung Bin Salman Kontra Iran?

POROS PERLAWANAN – Sebagian pengamat berpendapat, statemen terbaru Menlu Prancis, Jean-Yves Le Drian soal program rudal dan aktivitas regional Iran, juga pengungkapan FBI soal penyerahan dana (dari warga Prancis) untuk kelompok penyerang Kongres AS, berhubungan dengan perbincangan telepon Presiden Prancis, Emmanuel Macron dan Putra Mahkota Saudi, Muhammad bin Salman.

Dilansir al-Alam, para pengamat dibuat heran oleh nada congkak statemen Prancis, yang mirip dengan kebijakan agresif AS terhadap Iran.

Baru-baru ini, Le Drian menuntut agar lingkup JCPOA diperluas untuk memasukkan program rudal dan peran regional Iran dalam perundingan.

Padahal dalam beberapa tahun terakhir, Prancis selalu menyerukan komitmen kepada JCPOA, meminta agar Iran diberi ganti rugi atas keluarnya AS dari kesepakatan, dan menghendaki agar topik perundingan tidak menjalar ke isu-isu lain. Pendek kata, Prancis sebelum ini berusaha menampakkan dirinya berlawanan dengan kebijakan-kebijakan Trump-Pompeo dalam masalah JCPOA.

Para pengamat mengaitkan perubahan mendadak ini dengan hubungan telepon Macron dan Bin Salman. Menurut mereka, Bin Salman telah mengelabui Macron untuk menggantikan Trump sebagai pelindungnya.

Sebagai imbalan, Bin Salman berjanji untuk mendukung Macron dalam pemilu mendatang Prancis untuk melawan Marien Le Pen (yang didukung UEA). Saudi juga akan membuat kesepakatan transaksi persenjataan besar, sehingga pemasukan darinya bisa digunakan Prancis untuk mengatasi pandemi Corona.

Di lain pihak, Macron diminta untuk bersikap “lebih keras” terhadap Iran dan membujuk Joe Biden agar tidak kembali ke JCPOA. Presiden Prancis juga diharap agar meyakinkan Presiden baru AS untuk tidak membuka kasus Muhammad bin Nayef, Jamal Khashoggi, Saad al-Jabri, dan perang Yaman.

Tampaknya Prancis segera menerima permintaan pertama Saudi untuk menekan Iran. Statemen terbaru Le Drian adalah bukti atas hal ini.

Tampaknya sebagian dari bantuan dana Bin Salman untuk kampanye Trump dan hadiahnya untuk pendukung Trump demi menghalangi kemenangan Biden, telah diberikan oleh kanal-kanal Prancis kepada mereka.

FBI mengumumkan, sebagian negara terlibat dalam memberi dukungan terhadap kelompok sayap kanan yang menyerang Kongres AS. Menurut FBI, seorang warga Prancis telah memberikan 500 ribu dolar kepada para perusuh tersebut.

Seperti yang kita ketahui, orang-orang Prancis tidak terlalu dermawan sehingga rela mengeluarkan uang ini dari kocek mereka sendiri untuk mengintervensi urusan internal negara lain. Perilaku semacam ini adalah kebiasaan orang-orang seperti Bin Salman dan Bin Zayed. Mereka selalu mencari pendukung dari negara-negara lain demi melanggengkan takhta mereka.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *