Spanyol Tutup Jalur Pasokan Senjata dan Energi untuk Israel Via Laut dan Udara
POROS PERLAWANAN – Dilansir Al Mayadeen, Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares pada Senin 8 September mengumumkan penarikan Duta Besar Ana Maria Salomon Perez dari Tanah Pendudukan untuk konsultasi. Tindakan ini diambil menyusul meningkatnya ketegangan antara Madrid dan Tel Aviv.
Langkah tersebut diambil setelah Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar mengumumkan larangan masuk bagi Menteri Tenaga Kerja Spanyol Yolanda Diaz dan Menteri Pemuda dan Anak-Anak Sira Rego atas kritik mereka terhadap perang pendudukan di Jalur Gaza. Stasiun Televisi Antena 3 melaporkan, Albares menolak keputusan tersebut dan menyebutnya sebagai “fitnah yang tidak dapat diterima.”
Pada hari yang sama, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengumumkan sembilan langkah baru terhadap Israel sebagai respons terhadap operasi militernya yang sedang berlangsung di Gaza. Langkah-langkah tersebut meliputi undang-undang yang mengukuhkan embargo senjata de facto Spanyol, larangan bagi kapal yang mengangkut bahan bakar untuk Militer Israel untuk berlabuh di pelabuhan Spanyol, dan penutupan ruang udara Spanyol bagi pesawat pemerintah yang mengangkut pasokan militer.
Langkah-langkah tersebut juga melarang individu yang dituduh melakukan “genosida, pelanggaran hak asasi manusia, dan kejahatan perang di Gaza” untuk masuk ke Spanyol. Di saat yang sama,Spanyol membatasi layanan konsuler bagi warga negaranya yang tinggal di pemukiman ilegal di wilayah Palestina yang diduduki. Madrid juga mengucurkan 10 juta Euro ($11,7 juta) kepada Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB (UNRWA) dan berkomitmen untuk meningkatkan bantuan kemanusiaan untuk Gaza menjadi 150 juta Euro pada tahun 2026.
“Apa yang dilakukan Israel bukanlah membela diri, melainkan membantai populasi yang tak berdaya,” kata Sanchez pada Senin kemarin.
Dia mengatakan bahwa meskipun Spanyol secara de facto telah memberlakukan larangan ekspor senjata ke “Israel” sejak 2023, Pemerintah kini akan segera mengesahkan larangan “permanen”; langkah yang akan disertai dengan larangan kapal yang mengangkut bahan bakar untuk pasukan Israel menggunakan pelabuhan Spanyol dan larangan pesawat yang mengangkut material pertahanan melintasi zona udara Spanyol.
Perdana Menteri Spanyol menambahkan bahwa individu yang “terlibat langsung dalam genosida, pelanggaran hak asasi manusia, dan kejahatan perang di Gaza” akan dilarang masuk ke Spanyol.
Langkah-langkah lain meliputi larangan impor dari pemukiman ilegal Israel di Tepi Barat dan Gaza, membatasi layanan konsuler Spanyol bagi warga negara Spanyol yang tinggal di wilayah yang diduduki seminimal mungkin, serta meningkatkan kehadiran Spanyol di Rafah dengan pasukan tambahan dan proyek-proyek bersama baru dengan Otoritas Palestina untuk menyediakan makanan dan obat-obatan.
“Kami tahu langkah-langkah ini tidak akan cukup untuk menghentikan kejahatan perang, tetapi kami berharap langkah-langkah ini dapat memberikan tekanan kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan meringankan penderitaan rakyat Palestina,” kata Sanchez.
Ia menambahkan bahwa “Spanyol sendiri tidak dapat menghentikan perang, tetapi itu tidak berarti kami tidak bisa mencoba.”
