Klaim Trump: Israel Setuju Syarat Gencatan Senjata di Gaza
POROS PERLAWANAN – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengeklaim bahwa Israel telah menerima persyaratannya untuk gencatan senjata di Gaza.
Menurut laporan Al Jazeera, pada Senin 8 September, Trump menulis di media sosial bahwa Israel sepakat dengan proposalnya untuk menghentikan perang dan memulangkan para tahanan. “Semua orang ingin para tahanan pulang. Semua orang ingin perang ini berakhir. Israel telah menerima persyaratan saya”, tulisnya.
Trump juga mengaku telah memperingatkan Hamas terkait konsekuensi jika tidak menerima syarat tersebut. “Ini peringatan terakhir saya. Setelah ini, tidak akan ada peringatan lagi,” ujarnya.
Media Israel Sebut Ada “Lampu Hijau”
Sementara itu, media Israel seperti Axios dan Reuters melaporkan bahwa rezim Israel telah memberikan “lampu hijau” terhadap usulan Trump. Axios, mengutip dua sumber, menyebut proposal itu mencakup solusi komprehensif untuk membebaskan semua tahanan dengan imbalan diakhirinya perang di Gaza.
Keluarga tahanan Israel juga menyambut baik rencana tersebut, menyatakan bahwa usulan Trump dapat membuka jalan bagi pembebasan dan kepulangan mereka.
Meski belum ada pernyataan resmi dari pejabat Israel, sumber diplomatik menilai sikap Washington biasanya mencerminkan posisi Tel Aviv, sehingga Israel tampaknya tidak keberatan dengan persyaratan yang diajukan Trump.
Isi Proposal Trump untuk Gencatan Senjata
Menurut laporan, syarat-syarat yang diajukan Trump meliputi:
– Pembebasan semua tahanan yang masih berada di Jalur Gaza.
– Penghentian operasi militer Israel untuk menduduki Kota Gaza.
– Pembebasan 2.500–3.000 warga Palestina yang ditahan Israel.
– Dimulainya negosiasi mengenai syarat-syarat penghentian perang.
– Kehadiran langsung Trump untuk memastikan implementasi gencatan senjata.
Reaksi Hamas
Menanggapi hal ini, Hamas menyatakan menerima ide gencatan senjata yang disampaikan melalui perantara Amerika. Dalam pernyataannya, Hamas menyambut baik setiap upaya menghentikan agresi Israel dan menegaskan kesiapannya kembali ke meja perundingan.
Gerakan Perlawanan tersebut menekankan bahwa kesepakatan harus mencakup:
– Pembebasan semua tahanan Israel dengan imbalan deklarasi resmi berakhirnya perang.
– Penarikan penuh pasukan Israel dari Jalur Gaza.
– Pembentukan komite warga Palestina untuk mengelola Gaza.
Hamas juga menuntut komitmen publik Israel agar kesepakatan benar-benar dijalankan, mengingat pengalaman sebelumnya kerap berakhir tanpa implementasi penuh.
