Loading

Ketik untuk mencari

Asia Barat Lebanon

Sultan Oman dan Presiden Lebanon Prihatin atas Berlanjutnya Agresi Israel

POROS PERLAWANAN — Dalam pertemuan resmi di Muscat, pada Rabu 10 Desember, Sultan Oman Haitham bin Tariq dan Presiden Lebanon, Joseph Aoun menyatakan keprihatinan mendalam atas agresi berkelanjutan Israel terhadap Lebanon.

Mengutip Al-Khalij Online, pembicaraan keduanya menegaskan dukungan penuh Oman terhadap kedaulatan, kemerdekaan, dan keutuhan wilayah Lebanon, termasuk penguatan institusi negara yang dipimpin Militer. Dukungan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya tekanan regional yang memengaruhi stabilitas internal Lebanon.

Pernyataan bersama usai pertemuan itu menyebut agresi Israel sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 serta ketentuan internasional lainnya. Kedua pihak menegaskan kembali posisi Arab yang konsisten: penghentian pendudukan Israel dan pendirian negara Palestina merdeka berdasarkan batas 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kotanya.

Keduanya juga menekankan pentingnya solidaritas Arab, penghormatan terhadap kedaulatan negara, prinsip bertetangga baik, dan kepatuhan pada hukum internasional, nilai yang dinilai krusial bagi stabilitas Kawasan.

IRNA mencatat bahwa lebih dari satu tahun telah berlalu sejak kesepakatan yang seharusnya menghentikan perang Israel di Lebanon, namun kondisi lapangan justru menunjukkan rangkaian serangan berkelanjutan dan ribuan pelanggaran terhadap perjanjian.

Di sisi lain, Israel bersama Amerika Serikat terus mendorong rencana untuk melucuti senjata Kelompok Perlawanan di Lebanon melalui tekanan terhadap Pemerintah Beirut.

Tags: