Sumpah Setia Suku-Suku Yaman: ‘Setiap Agresi akan Dibalas, Gaza Tidak Sendirian’
POROS PERLAWANAN – Di tengah gempuran koalisi Amerika dan para pengkhianat lokal, suku-suku Yaman menggelar pertemuan-pertemuan bersenjata di berbagai provinsi, menyatakan kesiagaan penuh dan komitmen tak tergoyahkan untuk mendukung Gaza serta menindak keras para kaki tangan asing di dalam negeri.
Menurut laporan Sabanews pada Selasa 29 April, berbagai suku dari Taiz hingga Hajjah, dari Ibb hingga Sanaa, para tetua dan pejuang suku Yaman menyatukan suara; Perlawanan tak akan padam. Dalam berbagai pertemuan yang digelar serempak, mereka menyatakan tekad mempertahankan martabat bangsa dan menjawab agresi Amerika dan Israel dengan balasan setimpal.
Di Provinsi Taiz, warga menandatangani dokumen “Kehormatan dan Berlepas Diri dari Pengkhianat”, yang mencakup komitmen untuk menerapkan hukuman terberat terhadap siapapun yang menjadi alat musuh. Mereka menegaskan dukungan penuh terhadap rakyat Palestina, serta meneguhkan kembali janji setia kepada Pemimpin Revolusi Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi.
Di Ibb, para tokoh suku menyerukan dukungan tanpa syarat untuk Gaza dan menolak mundur walau harus menghadapi konsekuensi besar. Mereka mengecam keras bombardir Amerika terhadap permukiman sipil dan kamp pengungsi Afrika di Saada sebagai bukti brutalitas dan kegagalan moral musuh.
Sementara itu di Sanaa, para kepala suku menegaskan kesiapan untuk mendukung Angkatan Bersenjata dan operasi militer terhadap kapal-kapal musuh, termasuk serangan ke Wilayah Pendudukan Zionis sebagai bentuk jihad pembebasan yang sah.
Di Dhamar, penolakan terhadap mata-mata dan agen-agen koalisi musuh disuarakan keras. Suku-suku di Marib memperingatkan bahwa setiap kerja sama dengan kekuatan asing adalah tindak kriminal terhadap bangsa, sambil menegaskan loyalitas mutlak terhadap keputusan dan arahan Sayyid Abdul-Malik al-Houthi.
Sementara di Hajjah, deklarasi ditutup dengan sumpah setia: “Setiap eskalasi dari pihak musuh akan kami balas dengan tindakan yang lebih dahsyat. Gaza tidak sendirian. Sayyid Abdul-Malik, kami tunduk pada komando Anda.”
Peringatan Terbuka terhadap Musuh Koalisi
Pernyataan kompak suku-suku Yaman ini datang di tengah laporan tentang potensi dimulainya perang darat baru yang melibatkan kelompok-kelompok bayaran yang didukung oleh Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA). Namun para suku yang sejak 2015 menjadi fondasi perlawanan terhadap agresi koalisi, kembali menegaskan bahwa Yaman bukan negeri yang bisa diduduki tanpa perlawanan berdarah.
Dengan kompas perlawanan yang tetap terarah ke Gaza dan Al-Quds, pesan dari Yaman hari ini jelas: Setiap peluru yang menerjang Gaza, akan dibalas dari Sanaa. Setiap konspirasi, akan dihantam dengan kesetiaan kolektif para suku di sana.
