Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Tak Terima Oposisi Antek Barat Kalah Telak dari Maduro, AS dan Inggris Ngotot Tuding Curang Hasil Pemilu Venezuela

Tak Terima Oposisi Antek Barat Kalah Telak dari Maduro, AS dan Inggris Ngotot Tuding Curang Hasil Pemilu Venezuela

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, Menlu Inggris Dominic Raab pada hari Senin 7 Desember merilis statemen bernada intervensi. Ia mengatakan bahwa London tidak mengakui hasil pemilu legislatif Venezuela yang diadakan Minggu selumbari.

“Dengan melihat banyaknya cacat di pemilu 6 Desember, Britania tidak mengakui legalitas Majelis Nasional baru Venezuela”, cuit Raab di laman Twitter.

“Kami masih mengakui Juan Guaido sebagai Ketua Majelis Nasional dan Presiden Interim Venezuela yang sah,” lanjutnya.

Raab di tweet-nya lalu melampirkan statemen Kemenlu Inggris yang menanggapi pemilu di Venezuela tersebut dan mengklaim, ”Pemilu Majelis Nasional Venezuela pada tanggal 6 Desember tidak adil dan bebas, serta tidak mengikuti barometer internasional yang sah”.

Kemenlu Inggris dalam statemennya menambahkan, pemilu legislatif dan pemilihan Presiden Venezuela harus dilangsungkan kembali secara bebas dan adil serta di bawah pengawasan efektif.

Hasil-hasil perdana pemilu legislatif Venezuela menunjukkan, partai Presiden Nicolas Maduro, yaitu Partai Sosialis Bersatu Venezuela, dan partai-partai sekutunya sukses mengamankan 67 persen kursi di Parlemen.

Sementara itu, menurut pejabat pemilu Venezuela, aliansi oposisi hanya mendapatkan 18 persen dari kursi di Parlemen.

“Kami telah menghidupkan Majelis Nasional dengan mayoritas suara rakyat Venezuela. Ini jelas sebuah kemenangan besar bagi demokrasi,” kata Maduro dalam pidato yang disiarkan televisi nasional negara Latin itu.

Guaido, yang merupakan pemimpin oposisi Venezuela, memboikot pemilu tersebut demi mereduksi kredibilitasnya.

Sebelum ini, di saat hasil pemilu legislatif di Venezuela belum diumumkan, Menlu AS Mike Pompeo sudah terlebih dahulu mengklaim terjadinya kecurangan di pemilu tersebut.

Pemilu legislatif di Venezuela akhirnya dilangsungkan hari Minggu selumbari, usai usaha keras selama berbulan-bulan.

Pompeo melalui akun Twitter-nya menanggapi pemilu itu dengan mencuit, ”Kecurangan di pemilu Venezuela sudah dilakukan sebelum ini. Hasil-hasil yang akan diumumkan Pemerintah ilegal (Nicolas) Maduro tak akan berpengaruh pada kehendak rakyat Venezuela”.

Menlu AS mengklaim, apa yang terjadi kemarin “adalah kecurangan dan sandiwara, bukan pemilu”.

Tags:

1 Komentar

  1. porno Desember 18, 2020

    Some really quality articles on this internet site , saved to bookmarks . Connie Adelbert Dahl

    Balas

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *