Loading

Ketik untuk mencari

Analisa

Di Tengah Kemenangan Beruntun Ansharullah, Kenapa Posisi al-Mahrah Mendadak Penting bagi AS dan Inggris?

POROS PERLAWANAN – Di saat para pejuang Ansharullah terus menabung kemenangan di Ma’rib dan kian dekat untuk menaklukan kota tersebut, Dubes AS di Yaman Christopher Henzel melakukan sebuah tindakan langka dengan mengunjungi al-Mahrah.

Dilansir al-Alam, sejumlah kabar menyebut bahwa Henzel membicarakan pembangunan pangkalan militer oleh AS di provinsi yang berbatasan dengan Oman tersebut. Pihak Mansour Hadi sendiri menggantungkan harapannya, usai Ma’rib di ambang kejatuhan, kepada para pendukungnya yang tersebar di Hadhramaut dan al-Mahrah.

Kehadiran Dubes AS di al-Mahrah bisa dinilai sebagai bentuk dukungan terhadap sisa-sisa Partai al-Islah di kawasan tersebut. Sekaligus untuk menenangkan Saudi dan Mansour Hadi bahwa meski Presiden AS sudah berganti, Washington akan terus mendukung mereka.

Hanya beberapa hari usai lawatan Henzel ke al-Mahrah, sebuah kapal Inggris di pesisir provinsi tersebut menjadi target serangan. Di saat Inggris mengaku tidak tahu-menahu siapa pelakunya, media-media Saudi berupaya mengaitkannya dengan Ansharullah.

Beberapa hari sebelumnya, Jubir Koalisi Saudi mengklaim penemuan beberapa ranjau laut buatan Iran, yang disebutnya telah dipasang oleh Ansharullah sehingga mengancam keamanan maritim internasional.

Renungan atas berita dan klaim ini memunculkan asumsi bahwa serangan ke kapal Inggris didalangi Saudi sendiri. Tujuannya adalah untuk mengenalkan Ansharullah sebagai teroris, sehingga Koalisi Saudi bisa merebut simpati dunia untuk memusuhi kelompok tersebut.

Jika Saudi berhasil menyuntikkan doktrin ini kepada masyarakat dunia, ia bisa berharap AS akan lebih cepat mencantumkan Ansharullah dalam daftar terorisme.

Melibatkan AS dan Inggris di Yaman secara lebih spesifik akan memberi beberapa keuntungan bagi Saudi:

Pertama adalah mengalihkan fokus dan energi Ansharullah dari penaklukan Ma’rib.

Kedua adalah membantu Mansour Hadi untuk menghimpun pasukannya yang tercerai-berai.

Ketiga adalah mengurangi konflik yang terus meruncing antara Dewan Transisi Selatan dan pasukan loyalis Mansour Hadi di selatan Yaman.

Keempat adalah mengajak Eropa untuk mendukung langkah AS dalam memasukkan Ansharullah di daftar terorisme.

Selain itu, terbetik berita soal kemungkinan serangan pasukan Mansour Hadi ke kota Aden yang dikuasai Dewan Transisi Selatan. Jika berita ini benar, maka harapan tipis Saudi untuk mewujudkan tujuan bersamanya dengan UEA akan benar-benar pupus.

Jika ini terjadi, maka pepatah bersejarah, “man lam yuaddibhu al-zaman, yuaddibuhu al-Yaman (siapa pun yang tidak bisa diberi pelajaran oleh zaman, pasti akan diberi pelajaran oleh Yaman)” ini akan kembali terbukti.

Tags: