Loading

Ketik untuk mencari

Opini

Tangkal Logika Sesat AS, Iran: Siapa yang Mestinya Bertugas Menjaga Keamanan Rumah, Tuan Rumah atau Orang Asing?

Tangkal Logika Sesat AS, Iran: Siapa yang Mestinya Bertugas Menjaga Keamanan Rumah, Tuan Rumah atau Orang Asing?

POROS PERLAWANAN – Logika AS adalah logika kekuatan dan penindasan. Jika tidak, bagaimana cara AS menjustifikasi keberadaan militer, kapal induk, kapal selam nuklir, kapal perang, pesawat B-52, dan ribuan serdadunya di darat, udara, dan laut Teluk Persia, kemudian mengklaim bahwa tujuannya adalah menjaga keamanan kawasan yang berjarak 12 ribu km dari tanahnya?

Dilansir al-Alam, sebagian pihak menilai bahwa justifikasi AS semacam ini berpangkal pada perasaan superioritasnya atas negara-negara di Kawasan. Pandangan ini dibangun atas asumsi bahwa pemerintah-pemerintah di Kawasan lemah secara politik dan butuh pengasuh; pengasuh yang bisa melindungi kepentingan dan menjaga keamanan mereka di kawasan yang tiap hari dilintasi 18 juta barel minyak. Pengasuh ini tidak lain adalah AS.

Pengalaman sejarah menunjukkan, keberadaan militer AS di Teluk Persia bukan hanya tidak membawa keamanan bagi kawasan ini, malah justru memicu ketidakamanan. AS mengklaim sebagai pelindung Kawasan dari tiap ancaman, padahal dirinya sendiri adalah faktor utama semua perang dan konflik di Kawasan.

AS-lah yang menghasut Saddam untuk menyerang Iran. Negara ini pula yang memberi lampu hijau kepada Saddam untuk menginvasi Kuwait. AS juga yang memblokade Irak dari segala arah, membuat rakyatnya kelaparan, dan memicu kericuhan di negara tersebut.

Sebagian berpikir, jika AS sudah menjadi eksportir minyak, ia akan angkat kaki dari Teluk Persia. Namun pemikiran ini keliru, sebab tujuan utama AS adalah menjaga keamanan Rezim Zionis. Keamanan ini baru bisa diwujudkan di atas kekacauan yang melanda negara-negara di sekitar Israel. Sebab itu, ketika Rezim Zionis ditempatkan di jantung Dunia Islam, Kawasan pun menjadi bergejolak.

Maksud AS dari bahaya yang mengancam Kawasan adalah bahaya yang hanya mengancam Rezim Zionis. Apa pun dalih selain itu, seperti bahaya Iran, bahaya Syiah, Hizbullah, Hamas, Jihad Islami, al-Hashd al-Shaabi, dan Ansharullah atas pemerintah-pemerintah Sunni, tak lebih dari sebuah muslihat belaka.

Menurut hukum akal, semestinya tuan rumah lebih mencemaskan keamanan rumahnya daripada pihak asing. Selama berdekade-dekade, AS berusaha mengesankan dirinya mengkhawatirkan keamanan Teluk Persia di hadapan Iran.

Padahal, Ayatullah Ali Khamenei telah menegaskan bahwa “Teluk Persia adalah rumah kami dan bangsa besar Iran”. Jika ada orang asing masuk rumah tanpa seizin tuan rumah, berarti dia pembunuh atau pencuri.

Komandan Angkatan Laut IRGC, Ali Tangsiri beberapa hari lalu menegaskan statemen Pemimpin Iran ini. Ia berkata, Teluk Persia aman berkat kehadiran Angkatan Bersenjata Iran. Menurutnya, jika ada pihak asing, yang pasti itu adalah AS, ingin mengacaukan stabilitas ini, maka tak ada jalan selain mengusirnya untuk selamanya. Dengan demikian, para penghuni rumah bisa hidup berdampingan tanpa gangguan dari pihak-pihak asing.

Tags: