Loading

Ketik untuk mencari

Arab Saudi

Teheran Kecam ‘Lagak Sok Suci’ Saudi yang Pura-pura Terpukul dengan Berakhirnya Embargo Senjata Iran

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, Iran mengecam Arab Saudi karena menumpahkan “air mata buaya” atas pencabutan embargo senjata PBB terhadap Republik Islam, mencatat: adalah munafik ketika Riyadh (berlagak sok suci) menyuarakan kewaspadaan atas pencabutan embargo senjata Iran sementara mereka sendiri terus memenuhi Asia Barat dengan senjata buatan Amerika.

“Ini adalah ironi pahit, bahwa negara yang menghabiskan miliaran dolar untuk membeli senjata, meneteskan air mata buaya atas penghentian embargo senjata PBB pada 18 Oktober”, cuit Kedutaan Besar Iran di Belgia, rumah bagi markas Uni Eropa, dalam sebuah postingan di akun Twitter-nya.

Embargo senjata selama satu dekade atas Iran telah dicabut pada Minggu 18 Oktober di bawah Resolusi Dewan Keamanan PBB (DK PBB) 2231, yang merupakan implementasi dari kesepakatan nuklir 2015 yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).

Serupa dengan sikap AS, Arab Saudi dalam beberapa kesempatan meminta PBB untuk memperpanjang embargo senjata Iran.

Misi diplomatik Iran menekankan, “Iran TIDAK berniat untuk bergabung dengan perlombaan senjata di Asia Barat yang telah membanjiri kawasan itu dengan ‘senjata indah’ Amerika.”

Selama perjalanan luar negeri pertamanya pada tahun 2017, Presiden AS Donald Trump membual di Riyadh tentang keinginannya untuk menjual “senjata indah” senilai puluhan miliar dolar ke Qatar dan negara-negara Teluk Arab kaya lainnya untuk menciptakan lebih banyak pekerjaan di Amerika.

Merujuk pada pengeluaran militer multi-miliar Riyadh, kedutaan Iran mengatakan bahwa rezim Saudi telah menumpahkan darah rakyat Yaman dan mengubah wilayah itu menjadi gudang senjata.

“Faktanya, Arab Saudi adalah salah satu dari 5 pemboros militer terbesar di dunia dan tangannya berlumuran darah Yaman yang tidak bersalah. Pengeluaran militer Saudi yang sangat besar di Asia Barat telah mengubah kawasan itu menjadi gudang senjata yang siap diledakkan,” ia menggarisbawahi.

Arab Saudi menghabiskan paling banyak uang untuk persenjataan di Kawasan, menduduki posisi ketiga terbesar di dunia, setelah AS dan China. Pada 2019, pengeluaran militer kerajaan mencapai hampir $ 80 miliar.

Tags: