Loading

Ketik untuk mencari

Suriah

Warga Beit Jinn Menolak Tunduk, Tiga Belas Tentara Israel Tersungkur

POROS PERLAWANAN – Dilansir Al Mayadeen, ketegangan di perbatasan Suriah–Palestina kembali meledak setelah serangan darat Israel ke desa Beit Jinn, pedesaan Damaskus, pada Jumat dini hari 28 November. Operasi yang dilakukan pasukan elite Pendudukan itu berakhir dengan kerugian signifikan dengan 13 tentara Israel terluka, termasuk tiga dalam kondisi kritis, sementara setidaknya 13 warga Suriah gugur dalam pemboman dan konfrontasi yang menyusul.

Menurut laporan media Israel, operasi itu dijalankan oleh Unit Komando dari 55th Paratroopers Brigade, bagian dari Divisi Elite 98th, yang menerobos masuk ke Beit Jinn, wilayah yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari zona pengamatan UNDOF. Pasukan Pendudukan disebut berupaya menangkap sejumlah warga yang dituding memiliki afiliasi dengan kelompok Islam, sebuah dalih yang telah lama digunakan Israel dalam operasi-operasinya di Suriah.

Konfrontasi Hebat dan Penarikan Israel

Tidak lama setelah pasukan Pendudukan memasuki desa, konfrontasi pecah. Penduduk setempat, yang menolak penculikan dan pelanggaran kedaulatan wilayah mereka, membalas infiltrasi tersebut dengan tembakan. Bentrokan yang terjadi memaksa pasukan Israel menarik diri, meninggalkan sebuah kendaraan Humvee di lokasi.

Tak lama kemudian, menurut media Israel, Angkatan Udara Israel melancarkan serangan udara dan mengebom Humvee yang ditinggalkan guna mencegah jatuh ke tangan warga lokal. Serangan udara lanjutan menghantam wilayah desa, mengakibatkan korban besar di pihak sipil Suriah.

Di antara tentara Israel yang terluka parah terdapat dua perwira Unit 55th Paratroopers Brigade, menegaskan bahwa operasi tersebut menghadapi perlawanan kuat yang tidak diperhitungkan oleh Militer Pendudukan.

Agresi Berulang, Pelanggaran Kedaulatan yang Terus Berlanjut

Pemerintah Suriah mengecam keras serangan itu, menyebutnya bagian dari pola agresi Israel yang berkelanjutan di wilayah selatan Suriah. Selama bertahun-tahun, Israel telah melancarkan operasi udara, infiltrasi darat, dan penangkapan yang mereka justifikasi sebagai “kontraterorisme”, namun Damaskus menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran terus-menerus terhadap batas negara berdaulat.

Korban sipil semakin meningkat akibat operasi-operasi ini seperti kematian, penculikan, kerusakan rumah, dan hilangnya rasa aman di komunitas desa, yang kesemuanya memperburuk instabilitas regional.

Pemukim Israel Juga Menyeberang ke Wilayah Suriah

Dalam perkembangan yang mengkhawatirkan, sekitar delapan pemukim Israel dilaporkan menyeberang melintasi garis UNDOF menuju wilayah yang berada di bawah kendali Pemerintah Suriah. Mereka menggunakan gergaji cakram untuk melintasi penghalang, mencapai Bir al-Ajam sebelum akhirnya dikawal kembali oleh pasukan Israel.

Insiden serupa terjadi di area Gunung Hermon, ketika sekelompok pemukim kembali menerobos wilayah Suriah yang Diduduki.

Tanda Ketegangan Baru di Selatan Suriah

Rangkaian insiden ini menegaskan adanya eskalasi sistematis oleh Israel di sepanjang perbatasan selatan Suriah, sebuah strategi yang menurut analis regional menunjukkan keinginan Rezim Pendudukan untuk mempertahankan kendali atas kawasan strategis ini, meskipun risiko instabilitas terus meningkat.

Tags: