Trump Berupaya Mengecilkan Insiden di Selat Hormuz
POROS PERLAWANAN — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada Senin 4 Mei menyatakan bahwa tidak ada insiden signifikan di Selat Hormuz selain kejadian yang melibatkan kapal Korea Selatan. Pernyataan itu disampaikan melalui akun media sosial resminya di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk Persia.
Dalam unggahannya, Trump menuduh Iran menyerang kapal dari negara yang tidak terlibat dalam apa yang ia sebut sebagai “Proyek Kebebasan” berkaitan dengan pergerakan kapal di Selat Hormuz. Ia menyebut sebuah kapal Korea Selatan sebagai salah satu target dan menyiratkan bahwa Seoul seharusnya ikut serta dalam operasi tersebut.
Trump juga mengeklaim bahwa pasukan Amerika telah menghancurkan tujuh kapal kecil Iran yang disebut sebagai kapal cepat. Ia menambahkan bahwa armada tersebut merupakan sisa kemampuan yang dimiliki Iran di Kawasan
Klaim tersebut segera mendapat bantahan dari pihak Iran. Menurut laporan Fars News Agency pada Selasa 5 Mei, otoritas Teheran menegaskan tidak ada serangan terhadap kapal cepat mereka dan menyebut pernyataan Washington tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
Dalam lanjutan pernyataannya, Trump kembali menegaskan bahwa selain insiden kapal Korea Selatan, tidak ada kerusakan lain yang dilaporkan di Selat Hormuz.
Ia juga mengumumkan bahwa Menteri Perang AS, Pete Hegseth bersama Kepala Staf Gabungan, Dan Caine akan menggelar konferensi pers pada Selasa pagi untuk memberikan penjelasan lebih lanjut.
Perkembangan ini menambah dinamika baru dalam ketegangan di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi pusat perhatian dalam konflik geopolitik Kawasan.
