Upacara Peringatan Kesyahidan Jenderal Soleimani Dimulai di Irak
POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, rakyat Irak mengadakan upacara di Kegubernuran Salahedine untuk memperingati kesyahidan mantan Komandan Pasukan Quds IRGC, Jenderal Qassem Soleimani dan rekan-rekannya menjelang ulang tahun ketiga pembunuhan mereka oleh Amerika Serikat.
Masyarakat serta tokoh-tokoh Pemerintahan menghadiri upacara di kota Dujail di utara Ibu Kota Baghdad untuk menghormati para syuhada, termasuk Jenderal Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis, Wakil Kepala Hashd Al-Shaabi Irak atau Pasukan Mobilisasi Populer (PMU).
Militer AS membunuh dua Komandan berpengaruh dan rekan mereka dalam serangan pesawat tak berawak di dekat Bandara Internasional Baghdad pada 3 Januari 2020, yang diperintahkan langsung oleh mantan Presiden AS, Donald Trump.
Kedua Komandan tersebut diakui secara global atas peran mereka dalam menumpas kelompok teroris Takfiri ISIS di wilayah tersebut, terutama di Irak dan Suriah. Kelompok teroris tersebut telah melakukan serangan dan kejahatan paling biadab terhadap warga sipil Muslim dan Kristen sejak kemunculannya di kedua negara Arab tersebut.
Orang-orang di Iran dan Irak mengadakan acara tahunan untuk memperingati peran utama kedua Komandan dalam mengalahkan ISIS. Sebelum kekalahannya, ISIS telah menguasai sebagian besar Irak dan Suriah.
Pada 2014, ketika ISIS memulai aksi terornya di Irak, penasihat militer Iran yang dipimpin oleh Jenderal Soleimani dan atas undangan Pemerintah Irak menuju ke negara tetangganya tersebut untuk membantu Angkatan Bersenjata Irak hingga pada akhirnya membebaskan seluruh wilayah mereka dari kelompok teroris yang didukung AS.
Kegubernuran Salahedine terkenal dengan kotanya Amerli, yang berpenduduk 26.000 jiwa. Wilayah ini pernah dikepung selama 80 hari oleh teroris ISIS dari Juni hingga akhir Agustus 2014 selama invasi ISIS ke Irak. Jenderal Soleimani memasuki kota tersebut dengan helikopter dalam operasi yang sangat berbahaya untuk menyelamatkan Amerli agar tidak jatuh.
Pada November, Pemimpin Revolusi Islam, Ayatullah Sayid Ali Khamenei mengatakan bahwa nama Jenderal Soleimani membuat marah AS dan sekutunya.
“Haj Qassem Soleimani adalah lambang kebijakan Republik Islam dalam menghadapi rencana musuh. Dia menggagalkan rencana komprehensif musuh,” katanya dalam pidatonya pada pertemuan dengan Pasukan Basij negara itu.
Iran dan Irak telah membentuk komite investigasi bersama untuk mengejar otak dan pelaku pembunuhan itu secara hukum. Berdasarkan temuan terbaru tim hukum, 120 orang telah diidentifikasi sehubungan dengan pembunuhan Jenderal Soleimani, dengan Trump berada di urutan teratas.
Hampir dua tahun setelah pembunuhan itu, setidaknya 78 warga Irak mengajukan gugatan di pengadilan Irak pada 27 November melawan Trump dan pejabat lain di pemerintahannya. Penggugat menuntut tindakan hukum terhadap terdakwa, dalam petisi yang diajukan di pengadilan banding federal Baghdad.
Iran telah berjanji untuk meneruskan tindak lanjut atas penuntutan semua orang yang mengambil bagian dalam operasi pembunuhan jenderal yang dihormati itu.
