Loading

Ketik untuk mencari

Asia Barat

Usai Normalisasi, Penyelundup Narkoba dan Gembong Sindikat Kriminal Israel Bebas Berkeliaran di Dubai

Usai Normalisasi, Penyelundup Narkoba dan Gembong Sindikat Kriminal Israel Bebas Berkeliaran di Dubai

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, stasiun televisi Kanal 12 Israel pada hari Minggu 6 Desember mengutip dari seorang pejabat keamanan senior Rezim Zionis, bahwa banyak penyelundup narkoba dan pimpinan sindikat kriminal Israel mulai memindahkan aktivitas mereka ke Dubai.

Dalam laporan Kanal 12 yang dinukil Sputnik itu disebutkan, ”Hal ini sudah bisa diprediksi. Namun kini dengan adanya lahan kerja sama UEA dengan semua (orang Israel), para kriminal Israel telah menemukan pasar ekonomi besar di Dubai.”

Berdasarkan laporan tersebut, para pemimpin sindikat kriminal di Israel telah memulai pekerjaan mereka di Dubai. Selain melakukan transaksi global obat-obat terlarang, mereka juga turut membeli properti-properti di Dubai. Sebagian dari mereka bekerja sama dengan para penjahat Yahudi yang tinggal di Israel.

Mengutip dari seorang perwira polisi yang enggan identitasnya dipublikasikan, Kanal 12 melaporkan, ”Orang-orang ini bekerja melalui agen-agen yang dikirim ke UEA, atau mereka sendiri yang mengunjungi UEA untuk menjalin transaksi senilai puluhan juta dolar.”

“Para penjahat ini menyebut diri mereka sebagai pebisnis Israel. Mereka menyembunyikan fakta bahwa mereka adalah penjahat-penjahat berbahaya. Secara lahiriah, mereka bicara soal pembelian properti, partisipasi dalam proyek pangan dan kepemilikan hotel. Namun sebenarnya mereka melakukan pencucian uang melalui penyelundupan narkoba,” ungkap perwira tersebut.

Menurutnya, ada puluhan penjahat Israel yang saat ini berada di UEA. Setelah memalsukan identitas sebagai pebisnis, mereka menjalin berbagai transaksi dan proyek dengan beragam perusahaan.

“Saya mengusulkan kepada para penjahat Israel ini agar tidak melakukan transaksi narkoba di Dubai. Sebab jika mereka ditangkap, mereka bisa dipenjara selama bertahun-tahun. Jika yang dibicarakan adalah kokain dalam jumlah besar, mereka bisa dihukum mati,” katanya.

“Kami sedang menghimpun informasi tentang orang-orang Israel yang sudah bekerja di UEA lebih dari sebulan. Saat ini, kami sedang memburu mereka atau agen-agen mereka. Kami yakin bahwa para penjahat ini mencuci uang senilai ratusan juta dolar di Dubai,” pungkasnya.

Tags: