Washington Post: Putin Minta Trump Bantu Akhiri Perang Ukraina Lewat Pertukaran Wilayah
POROS PERLAWANAN – Dalam sebuah percakapan telepon dengan Donald Trump, Presiden Rusia, Vladimir Putin dikabarkan mengusulkan kesepakatan pertukaran wilayah sebagai bagian dari upaya untuk mengakhiri perang di Ukraina. Menurut laporan Washington Post pada Minggu 19 Oktober, Putin menyarankan agar Rusia memperoleh kendali penuh atas Donetsk, dengan imbalan menyerahkan sebagian wilayah Zaporizhia dan Kherson.
Laporan tersebut menyebut bahwa panggilan telepon antara Putin dan Trump, yang berlangsung sekitar dua minggu lalu, menjadi pembicaraan pendahuluan menuju kemungkinan pertemuan langsung antara keduanya dalam waktu dekat.
Putin, dalam usulannya, menekankan bahwa kendali penuh atas Donetsk merupakan “tuntutan mendasar” Rusia, mencerminkan fokus strategis Moskow terhadap wilayah timur Ukraina sejak konflik pertama kali pecah pada 2014. Sejumlah pejabat senior Amerika yang dikutip Washington Post menyatakan bahwa posisi tegas Putin menunjukkan masih adanya perbedaan fundamental antara kedua pihak terkait masa depan wilayah tersebut.
Di pihak lain, beberapa pejabat di Gedung Putih menyambut usulan tersebut sebagai “tanda kemajuan” dalam upaya Trump untuk segera mengakhiri perang. Namun, tanggapan dari pihak Eropa dan Ukraina disebut beragam dan skeptis.
Seorang diplomat senior Eropa mengatakan kepada Washington Post bahwa Kiev tidak mungkin menerima tawaran tersebut. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky sebelumnya menegaskan bahwa Ukraina tidak akan menyerahkan wilayah mana pun dan menuntut adanya jaminan keamanan yang kuat guna mencegah invasi lebih lanjut dari Rusia.
Washington Post juga melaporkan bahwa Utusan Khusus Trump, Steve Witkoff, secara aktif menekan Ukraina untuk menerima penyerahan Donetsk—wilayah yang mayoritas penduduknya berbahasa Rusia—sebagai prasyarat gencatan senjata. Namun sejumlah sumber di Pemerintahan AS memperingatkan bahwa langkah tersebut dapat merusak hubungan Washington–Kiev dan memperlemah posisi diplomatik Amerika Serikat di Eropa Timur.
Setelah pembicaraan dengan Putin, Trump menyerukan penghentian pertempuran di garis depan sebagai langkah awal menuju negosiasi damai. Zelensky dikabarkan menyetujui gencatan senjata sebagai titik awal pembicaraan, tetapi tetap menolak segala bentuk tuntutan teritorial Rusia.
Trump, yang sebelumnya mendukung pengiriman rudal Tomahawk ke Ukraina, dikatakan mengubah sikapnya setelah panggilan tersebut. Ia kini mendorong pertemuan lanjutan dengan Putin di Budapest untuk membahas kerangka damai yang lebih luas. Dalam pertemuannya dengan Zelensky setelah itu, Trump menekankan perlunya segera menghentikan perang, namun menghindari pembahasan langsung mengenai status Donetsk.
