Xi Jinping Nasihati Trump: Keluarlah dari ‘Perangkap Thucydides’
POROS PERLAWANAN – Dalam pertemuan dengan Donald Trump di Beijing, Xi Jinping mengutip istilah terkenal dalam ilmu politik. Presiden China menyeru Presiden Amerika agar mengatasi “perangkap Thucydides”. Dengan ini, Xi Jinping sekaligus mengutarakan penentangannya terhadap proyek Chinafobia Amerika di panggung dunia.
Fars melaporkan, saat berbicara dengan mitranya dari Amerika, Xi Jinping memperingatkannya mengenai konsekuensi perang dagang. Dia menyerukan agar kedua negara bersama-sama menjawab “pertanyaan-pertanyaan krusial di zaman kini.”
“Hubungan ekonomi antara China dan Amerika Serikat saling menguntungkan dan merupakan situasi yang menguntungkan bagi kedua belah pihak,” kata Xi kepada Trump.
“Kemarin, tim ekonomi dan perdagangan kita (Tiongkok dan AS) secara umum mencapai hasil yang seimbang dan positif. Ini adalah kabar baik bagi rakyat kedua negara dan dunia.”
“Fakta telah berulang kali menunjukkan bahwa tidak ada pemenang dalam perang dagang.”
Sambil mengajak kedua belah pihak “untuk bersama-sama mempertahankan momentum positif yang telah mereka bangun dengan susah payah,” Xi menambahkan, “Ketika terdapat perbedaan dan gesekan, konsultasi adalah satu-satunya pilihan yang tepat.”
Dengan mengajukan beberapa pertanyaan dan menggunakan istilah “Thucydides Trap”, ia menyerukan agar Amerika Serikat meninggalkan sikap fobianya terhadap China di kancah internasional.
Istilah “perangkap Thucydides” dalam ilmu politik dan hubungan internasional merujuk pada kecenderungan sebuah negara adidaya untuk berperang melawan negara yang sedang naik daun. Ilmuwan Amerika Serikat, Graham T. Allison, memperkenalkan istilah ini ke dalam literatur bidang tersebut.
Allison merujuk pada kutipan terkenal dari sejarawan Yunani kuno, Thucydides, yang mengaitkan penyebab Perang Peloponnesia dengan meningkatnya kekuatan Athena yang memaksa Sparta untuk berperang.
Presiden China, dalam pertemuannya dengan para petinggi Amerika, mengatakan,“Dunia telah mencapai persimpangan jalan lainnya. Transformasi yang belum pernah terjadi dalam satu abad terakhir sedang berlangsung dengan cepat di seluruh dunia, dan situasi internasional sedang berubah-ubah dan bergejolak.”
“Apakah China dan Amerika Serikat dapat mengatasi ‘perangkap Thucydides’ dan membentuk pola baru dalam hubungan antarnegara adidaya? Apakah kita dapat bekerja sama untuk mengatasi tantangan global dan memberikan stabilitas lebih bagi dunia? Apakah kita dapat bersama-sama membangun masa depan cerah bagi hubungan bilateral kita demi kesejahteraan kedua bangsa dan masa depan umat manusia? Ini adalah pertanyaan-pertanyaan krusial bagi sejarah, bagi dunia, dan bagi rakyat. Inilah pertanyaan-pertanyaan zaman kita yang harus dijawab bersama oleh para pemimpin negara-negara besar.”
