Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Yaman: Bantuan Militer Rahasia Inggris untuk Saudi Takkan Mengubah Situasi Lapangan

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, seorang anggota Dewan Politik Tertinggi Yaman, telah bereaksi terhadap laporan tentang penempatan rahasia pasukan Inggris ke Arab Saudi, dengan mengatakan bahwa langkah tersebut tidak akan mengubah situasi di lapangan.

Pada hari Sabtu, harian Inggris The Independent mengungkapkan bahwa pasukan Inggris telah dikirim untuk mempertahankan ladang minyak di Arab Saudi tanpa sepengetahuan parlemen atau publik.

Berbicara kepada Al Jazeera pada hari Sabtu, Mohammad al-Bakhiti mengatakan bahwa Inggris dan Amerika Serikat pada dasarnya adalah anggota Koalisi penyerang yang dipimpin Saudi untuk melawan Yaman.

“Pengerahan pasukan Inggris di Arab Saudi tidak mengubah apa pun,” tambahnya.

Menurut The Independent, penembak dari Artileri Kerajaan Resimen ke-16 Inggris telah dikirim ke Arab Saudi untuk mengoperasikan radar Jerapah.

Partai oposisi, kata surat kabar itu, menuduh Pemerintah Inggris tidak memiliki “kompas moral” dan menghindari pengawasan. Para pegiat menyebut tindakan itu adalah “gejala hubungan beracun” antara Pemerintah dan otokrasi kaya minyak, tambahnya.

Kementerian Pertahanan Inggris mengklaim bahwa misinya adalah untuk melindungi ladang minyak Saudi setelah serangan September 2019 terhadap fasilitas pemrosesan minyak Saudi Aramco di Abqaiq dan Khurais, timur Kerajaan.

“Menyusul serangan terhadap fasilitas produksi minyak Kerajaan Arab Saudi pada 14 September 2019, kami telah bekerja dengan Kementerian Pertahanan Saudi dan mitra internasional yang lebih luas untuk mempertimbangkan bagaimana memperkuat pertahanan infrastruktur ekonomi vitalnya dari ancaman udara,” kata Juru Bicara Kementerian kepada The Independent, mencatat bahwa penempatan itu termasuk sistem radar militer canggih untuk membantu mendeteksi serangan drone.

Menteri Pertahanan Inggris, James Heappey juga mengonfirmasi dalam korespondensi tertulis terpisah bahwa “personel telah menyertai penempatan radar Jerapah ke Riyadh”.

Tags: