Yaman Serukan Komite Internasional Selidiki 1.000 Serangan Biadab AS
POROS PERLAWANAN – Pemerintah Yaman resmi mengirim surat mendesak kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), lembaga-lembaga afiliasinya, dan seluruh negara serta organisasi internasional di dunia, menyerukan pembentukan komite independen untuk menyelidiki kejahatan perang Amerika Serikat di tanah Yaman. Dalam surat itu, disebutkan bahwa AS telah melancarkan hampir 1.000 serangan udara brutal, yang tidak hanya meluluhlantakkan infrastruktur sipil, tetapi juga menewaskan ratusan warga sipil tak berdosa; semuanya dilakukan atas nama membela rezim Zionis penjajah.
Surat yang dikirim oleh Menteri Luar Negeri Yaman, Jamal Amer, itu menyoroti keterlibatan langsung Washington dalam memperluas medan perang Zionis dari Gaza ke Laut Merah, dengan menjadikan Yaman sebagai sasaran pelampiasan militer atas keberaniannya memblokade Israel secara maritim.
“Serangan Amerika di Yaman bukan untuk menjaga jalur pelayaran internasional, tetapi untuk melindungi Israel dari tekanan Perlawanan, dan memberi napas baru bagi proyek genosida terhadap rakyat Palestina,” tegas Jamal Amer.
Serangan Terbaru: Pelabuhan Dibom, Pasar Rakyat Dihujani Rudal
Dalam dokumen tersebut, Amer menjabarkan secara terperinci sejumlah kejahatan terbaru yang dilakukan AS, termasuk pengeboman Pelabuhan Ras Issa, yang menewaskan 80 warga sipil dan melukai lebih dari 150 orang lainnya. Tak hanya itu, agresi udara AS juga menghantam pasar rakyat di lingkungan Farwah, distrik Shuoob, Sanaa, menewaskan sedikitnya 12 orang dan mencederai 30 lainnya, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.
Fasilitas vital lainnya seperti bandara, pelabuhan, lahan pertanian, rumah sakit, waduk air, hingga situs arkeologis, juga tak luput dari serangan yang disebut Menteri Luar Negeri Yaman sebagai “aksi penghancuran sistematis terhadap kehidupan sebuah bangsa”.
Dunia Bungkam, AS Makin Leluasa
Amer juga mengecam keras diamnya komunitas internasional, yang menurutnya telah memberi lampu hijau kepada Washington untuk terus menggempur Yaman tanpa konsekuensi apa pun.
“Keheningan dunia adalah bahan bakar bagi kebiadaban. Selama dunia menutup mata terhadap agresi AS, maka setiap rudal yang dijatuhkan di Yaman adalah rudal yang dikaburkan oleh diplomasi palsu atas nama hak asasi manusia,” lanjutnya.
Seruan Pembentukan Komite Investigasi Internasional
Surat tersebut ditujukan kepada Presiden Dewan HAM PBB, Komisaris Tinggi HAM, Presiden Majelis Umum PBB, Presiden Dewan Keamanan, Sekretaris Jenderal PBB, serta semua negara anggota PBB dan organisasi regional. Isinya menyerukan pembentukan komite internasional independen untuk menyelidiki dan mengekspos seluruh catatan kejahatan AS terhadap rakyat Yaman, mulai dari serangan militer hingga sabotase hak hidup warga sipil.
Amer mengakhiri pernyataannya dengan menyebut agresi AS sebagai bagian dari proyek besar untuk menghancurkan solidaritas moral dan spiritual bangsa Yaman terhadap Palestina.
“Agresi ini bukan hanya agresi militer, tapi juga agresi terhadap identitas perjuangan. Mereka ingin memutus keterhubungan Yaman dengan Gaza, membungkam semangat rakyat yang tak sudi tunduk pada ketidakadilan global,” pungkasnya.
