Militer Yaman: Serangan Agresor Akan Menjadi Bumerang Berdarah
POROS PERLAWANAN – Wakil Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Yaman, Ali Hamoud Al-Mushki mengeluarkan peringatan keras kepada pasukan agresor, baik dari kalangan tentara bayaran maupun pihak asing yang melancarkan operasi militer di pesisir dan wilayah strategis Yaman.
Menurut laporan Tasnimnews pada Selasa 22 April, dalam pertemuan dengan Kepala Misi PBB untuk Pendukung Perjanjian Hudaydah, Al-Mushki menegaskan bahwa segala bentuk tindakan sembrono dan kekanak-kanakan terhadap Yaman akan dibalas dengan kerugian besar yang tak akan mudah dilupakan.
“Darah para syuhada kami bukan air limbah yang bisa diinjak-injak seenaknya. Rakyat Yaman tidak lupa, dan kami tidak tinggal diam,” tegas Al-Mushki, menggambarkan tekad rakyatnya untuk membalas agresi dengan harga setimpal.
PBB Diingatkan Tidak Menyamakan Algojo dengan Korban
Dalam kesempatan tersebut, Al-Mushki menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap pernyataan delegasi PBB yang dianggap menyamakan posisi pelaku kejahatan dan korban. Ia mendesak agar Badan Internasional itu tidak menutup mata terhadap realitas pembantaian sistematis yang dilakukan AS di Yaman, serta mendesak mereka untuk mengambil sikap tegas dan tidak memihak.
“Jika PBB benar-benar berniat menjaga perdamaian, maka kutuklah pelaku kejahatan. Jangan malah membingkai kekejaman sebagai konflik dua arah,” ujar Al-Mushki.
AS Membajak Kapal, Bom Pemakaman, dan Serang Pelabuhan
Al-Mushki mengungkapkan bahwa serangan Amerika tak hanya menghantam pelabuhan dan fasilitas sipil di Hudaydah, tetapi juga menjangkau aksi pembajakan laut terhadap kapal-kapal yang menuju pelabuhan tersebut. Salah satu titik nadir kekejaman AS disebutnya adalah pengeboman kuburan di Sanaa, yang menjadi bukti nyata betapa agresi ini telah melampaui batas moral dan hukum.
“Mereka mengebom orang mati, dan dunia menyuruh kami untuk diam?” ujarnya tajam.
Tentara Bayaran Diperingatkan: Jalan Kembali Akan Tertutup
Mengacu pada pergerakan para agen internal dan tentara bayaran yang menjadi perpanjangan tangan musuh, Al-Mushki menyebut bahwa mereka sedang bermain api di wilayah yang akan membakar diri mereka sendiri. Ia menyatakan bahwa upaya untuk membuka front baru di pantai Yaman merupakan bagian dari proyek perlindungan terhadap Israel, yang saat ini sedang mengalami tekanan kuat dari Poros Perlawanan.
“Mereka berharap bisa menyelamatkan Zionis dari isolasi. Namun justru mereka yang akan tenggelam di pantai kami,” kata Al-Mushki.
Kegagalan Agresi AS Semakin Jelas
Ia menegaskan bahwa semua operasi militer AS di Yaman pada akhirnya akan berujung pada kegagalan. Menurutnya, kekacauan strategi, buruknya intelijen, dan kehancuran citra global AS hanya akan mempercepat keruntuhan proyek agresi itu sendiri.
“Agresi ini bukan menunjukkan kekuatan, tapi menunjukkan keputusasaan imperium yang sedang panik menghadapi gelombang perlawanan semesta,” tutup Al-Mushki.
