Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

100 Tentara Israel Ungkap Kejahatan terhadap Warga Sipil Palestina

Laporan Militer Israel Akui Kegagalan Operasi "Kereta Gideon" di Gaza

POROS PERLAWANAN — Jaringan KAN Israel melaporkan bahwa seratus tentara dan perwira cadangan Militer Israel telah mengirimkan surat kepada Kepala Staf Angkatan Bersenjata terkait perilaku pasukan rezim di medan perang.

Dalam langkah yang menyoroti ketegangan internal di tubuh Militer Israel, lebih dari 100 perwira dan prajurit cadangan mengirimkan surat kritis kepada Kepala Staf, Mayor Jenderal Eyal Zamir, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Tasnim pada Jumat 7 November. Surat tersebut, yang bocor ke media Israel seperti KAN pada Kamis 6 November, menyoroti masalah disiplin dan moral dalam perang Gaza–Lebanon serta operasi di Tepi Barat.

Menurut KAN, para penanda tangan, yang sebagian besar merupakan perwira berpengalaman hingga tingkat Wakil Komandan Divisi, menyatakan dalam surat mereka adanya “keruntuhan disiplin dan nilai-nilai dasar tentara Israel”.

Surat itu berbunyi: “Telah terjadi berbagai insiden yang tidak sejalan dengan prinsip-prinsip pelatihan militer, termasuk konsep ‘kemurnian senjata’, yakni upaya untuk menghindari bahaya bagi warga sipil. Selama konflik di Gaza, Yudea dan Samaria (Tepi Barat), serta Lebanon, kami menyaksikan tindakan yang bertentangan dengan semangat militer dan nilai-nilai yang kami junjung”.

Para perwira menekankan bahwa insiden semacam itu tidak hanya merusak moral pasukan, tetapi juga menurunkan efektivitas tempur. Mereka mendesak Zamir untuk mengambil langkah konkret guna “memulihkan disiplin dan menindak perilaku yang bertentangan dengan aturan militer” setelah perang berakhir.

“Kami siap bekerja sama dalam penyelidikan untuk memastikan nilai-nilai militer tetap terjaga”, tulis mereka.

KAN Network tidak memublikasikan rincian lengkap surat tersebut. Tampaknya, Kantor Sensor Angkatan Darat Israel hanya mengizinkan penerbitan ringkasan umum dari isi surat.

Meskipun teks lengkapnya belum dirilis, insiden ini telah menjadi sorotan di media Israel seperti Haaretz dan Times of Israel, memicu diskusi luas mengenai perlunya reformasi internal di Militer. Hingga kini, Staf Umum Angkatan Bersenjata Israel belum memberikan tanggapan resmi. Namun, menurut sumber KAN, penyelidikan internal sedang dilakukan.

Ini bukan pertama kalinya tentara Israel mengungkap kejahatan yang dilakukan rezim terhadap warga sipil di Gaza. Beberapa pengungkapan serupa sebelumnya juga telah muncul di media. Pada 16 Juni 2025, sejumlah tentara Zionis mengaku kepada surat kabar Haaretz bahwa mereka diperintahkan untuk menembak warga Palestina yang mendatangi pusat distribusi bantuan.

Sebelumnya, pada Maret 2025, seorang tentara Israel dalam wawancara dengan CBS News mengungkap bahwa ia diperintahkan untuk menggunakan warga Palestina sebagai perisai manusia. Ia menjelaskan bahwa warga sipil dipaksa memasuki bangunan yang dicurigai untuk memastikan tidak ada jebakan di dalamnya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *