4 Tawanan Israel Bakal Ditukar dengan 120 Tawanan Palestina
POROS PERLAWANAN – Diberitakan Fars, sebuah sumber dari Perlawanan Palestina pada hari Minggu 19 Januari menyatakan, Rezim Zionis melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan beberapa kali menerbangkan drone-drone pengintai atau menembaki warga sipil.
“Para mediator dari Qatar dan Mesir bersama dengan Hamas sedang menindaklanjuti penekanan agar pelaksanaan kesepakatan ini dijamin. Meski Israel mengancam keberlangsungan kesepakatan ini dengan menembak ke arah warga sipil,” kata sumber tersebut kepada al-Mayadeen.
Menurutnya, sejumlah besar truk pengangkut bantuan kemanusiaan telah memasuki Gaza melalui berbagai perlintasan. “PBB dan Bulan Sabit Merah telah membagi-bagikan bantuan,” katanya.
Setelah perang yang berlangsung selama 471 hari, gencatan senjata di Gaza dimulai pada Minggu lalu. Di tahap pertama, Brigade al-Qassam menyerahkan 3 tawanan wanita Israel kepada Rezim Zionis.
Kesepakatan ini terwujud di saat Rezim Zionis tidak mampu meraih satu pun dari tujuan-tujuannya, yaitu menghancurkan Hamas, memulangkan para tawanan dengan operasi militer, dan memaksa warga Gaza pindah.
Sumber Palestina menegaskan, sekitar 500 truk di hari pertama dan 600 truk di hari kedua telah memasuki Gaza. “Untuk mengeluarkan jenazah syuhada dan membuka kembali jalan-jalan, peralatan-peralatan berat akan masuk ke Gaza.”
Di akhir wawancara, ia menyatakan bahwa dalam periode berikutnya, 4 tawanan Israel akan ditukar dengan 120 tawanan Palestina.
Dal;am kelanjutan eskalasi dan perseteruan internal di Rezim Zionis usai ditekennya kesepakatan gencatan senjata, Menkeu Israel, Bezalel Smotrich mengeklaim, dirinya telah meminta Netanyahu berjanji agar Israel kembali berperang demi menghancurkan Hamas. Ia mengaku Netanyahu telah mengabulkan permintaannya.
“Jika perang tidak dimulai lagi dan pemerintahan Gaza tetap di tangan Hamas, saya tidak akan hanya mundur dari Kabinet, tapi akan membubarkannya. Ini bukan permainan politik,” ujar Smotrich.
“Herzi Halevi (Kepala Staf Militer Israel) sebaiknya mengundurkan diri saja. Jika tidak, kami yang akan memecatnya,” imbuh Smotrich.
