5 Ancaman terhadap Turki dengan Bertaruh pada Kartu Terorisme di Suriah
POROS PERLAWANAN – Dalam sepekan terakhir, perkembangan signifikan terjadi di utara Suriah, yang mengakibatkan ketidakstabilan mencapai puncaknya setelah beberapa tahun relatif tenang. Turki memainkan peran kunci dalam dinamika ini.
Menurut laporan Tasnim News Agency, pada Rabu 3 Desember, situasi di utara Suriah berubah drastis dalam waktu singkat. Dalam serangan mendadak dan massif oleh kelompok teroris bersenjata Tahrir al-Sham dan pasukan yang dikenal sebagai Tentara Pembebasan Suriah, yang berada di bawah kendali Turki, kota strategis Aleppo kembali jatuh ke tangan kelompok bersenjata tersebut.
Berbagai analisis dan spekulasi muncul terkait waktu, jenis operasi, dan aktor-aktor yang terlibat, dengan pertanyaan utama: “Siapa yang diuntungkan, dan negara mana yang berada di balik operasi ini?” Amerika Serikat, rezim Zionis, dan Turki adalah beberapa pihak yang diyakini mendapat manfaat dari perubahan ini, dengan masing-masing memiliki kepentingan tersendiri.
Tidak diragukan lagi, sebagian besar operasi ini dilakukan dengan bantuan, atau setidaknya, sepengetahuan Pemerintah Turki. Banyak indikasi yang menunjukkan keterlibatan Ankara dalam perkembangan ini.
Turki memiliki sejumlah kepentingan dalam situasi saat ini, salah satunya adalah klaim historis atas kota Aleppo. Dengan dikuasainya kota tersebut oleh oposisi bersenjata, pengaruh Turki di wilayah ini semakin terealisasi.
Namun, meskipun Turki berada di posisi yang diuntungkan saat ini, ada beberapa poin penting yang perlu diperhatikan:
1. Turki dalam Skema AS dan Israel
Meskipun Turki memiliki kepentingan dalam situasi ini, masalah Suriah tidak hanya berdampak regional, tetapi juga berskala internasional. Secara langsung atau tidak langsung, Ankara terlibat dalam rencana Amerika Serikat dan Israel yang bertujuan melemahkan Pemerintah Bashar al-Assad dan menciptakan ketidakstabilan baru di Suriah. Langkah ini membuat Turki terdegradasi menjadi negara pelaksana atau sekadar alat dalam agenda AS dan Israel, sehingga mengikis perannya sebagai aktor independen dan berpengaruh di Kawasan.
2. Dampak pada Poros Perlawanan
Serangan ini dilakukan saat Poros Perlawanan tengah menghadapi Israel dan Barat. Langkah Ankara melemahkan Suriah, Hizbullah Lebanon, dan akhirnya Perlawanan Palestina. Hal ini menjadi titik gelap dalam kebijakan Presiden Erdogan, yang berpotensi mengurangi kepercayaan Republik Islam Iran terhadap dirinya. Dalam jangka panjang, situasi ini merugikan Erdogan, mengingat Turki sebelumnya telah mendapat dukungan dari Iran, misalnya saat menghadapi ancaman kudeta atau menerima kekalahan di Suriah. Kepercayaan dan bantuan dari negara tetangga akan tetap menjadi kebutuhan strategis di masa depan.
3. Bahaya Teroris yang Tidak Terkendali
Penyebaran teroris dari Idlib ke wilayah utara Suriah meningkatkan kekuatan mereka. Fenomena “raksasa yang keluar dari botol” ini dapat menjadi ancaman serius bagi para pendukungnya, termasuk Turki. Teroris memiliki ideologi yang telah dicuci otak, dan tujuan mereka adalah menciptakan teror dan ketidakstabilan. Tidak ada jaminan bahwa mereka akan tetap berada di Suriah; kemungkinan besar mereka akan meluas ke wilayah lain, termasuk negara-negara tetangga. Dengan perbatasan sepanjang 910 kilometer dengan Suriah, ancaman ini menjadi lebih relevan bagi Turki.
4. Risiko bagi Ekonomi Turki
Sebagian besar perekonomian Turki bergantung pada sektor pariwisata. Jika kelompok teroris ini memiliki rencana lain, seperti menyebarkan kekacauan ke negara-negara tetangga, Turki, yang ekonominya bergantung pada stabilitas dan kunjungan wisatawan, akan menjadi salah satu pihak yang paling dirugikan. Semua negara di Kawasan membutuhkan stabilitas untuk tumbuh, tetapi Turki harus lebih waspada terhadap ancaman ini.
5. Kurdi dan Hubungan dengan Pemerintah Suriah
Pemerintah Suriah memiliki hubungan yang baik dengan kelompok Kurdi di wilayah tersebut. Saat ini, sebagian wilayah utara Suriah telah diserahkan kepada Kurdi dengan koordinasi Pemerintah Damaskus, sehingga memungkinkan fokus pada melawan teroris. Langkah ini meningkatkan pengaruh Damaskus atas Kurdi, yang secara historis memiliki masalah besar dengan Pemerintah Turki. Selain itu, Kurdi memiliki motivasi yang cukup untuk melawan militer Turki.
Poin-poin di atas merupakan beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh Pemerintah Turki agar negara-negara di Kawasan dapat bekerja sama menciptakan stabilitas dan keamanan regional.
