Ukraina Beri Sokongan Intelijen dan Teknologi kepada Kelompok-kelompok Teroris Suriah
POROS PERLAWANAN – Menanggapi serangan-serangan besar kelompok teroris dalam beberapa hari terakhir di Suriah, sebuah sumber lokal menyatakan bahwa serangan-serangan tersebut dilakukan dengan dukungan serta partisipasi AS-Ukraina.
Diberitakan Fars, dalam wawancara dengan RIA Novosti, sumber tersebut menjelaskan bahwa serangan teroris ke Idlib menggunakan drone dan teknologi modern yang diberikan AS-Ukraina.
Menurutnya, untuk pertama kalinya sepanjang serangan-serangan ini, komunikasi di tengah Militer Suriah mengalami gangguan yang cukup mencolok. Ia menyatakan, itu adalah teknologi modern yang sulit dilakukan para teroris tanpa dukungan dari Barat.
Berbagai gerai berita mengabarkan, Ukraina dalam satu tahun terakhir memainkan banyak peran dalam perkembangan di utara Suriah. Kiev secara diam-diam memfasilitasi para teroris Tahrir al-Sham dengan drone-drone kamikaze dan melatih mereka untuk mengoperasikannya.
Laporan-laporan menyebutkan kedatangan tim Intelijen Ukraina ke Suriah melalui Turki dalam beberapa bulan terakhir. Tim tersebut mengemban misi untuk melatih serta mempersiapkan para teroris di Suriah. Tujuannya adalah menyerang pangkalan-pangkalan Militer Rusia di wilayah Suriah.
Mengutip dari media-media yang dekat dengan para teroris Suriah, harian Ukraina, Kiev Post melaporkan bahwa kelompok-kelompok teroris di Idlib, termasuk anggota Partai Islam Turkestan (TIP), mendapatkan pelatihan operasional dari kelompok Khimik. Khimik adalah pasukan yang berafiliasi kepada Badan Intelijen Ukraina.
Pada Rabu dini hari 27 November lalu, yang berbarengan dengan dimulainya gencatan senjata antara Lebanon dan Rezim Zionis, kelompok teroris Tahrir al-Sham (dahulu bernama Jabhat al-Nusra) melancarkan operasi besar-besaran bersama para teroris lain di Suriah untuk menguasai Aleppo dan Idlib. Operasi teroris tersebut segera direspons oleh Militer SUriah, juga Angkatan Udara Rusia yang berada di Suriah.
