Loading

Ketik untuk mencari

Iran Lebanon

600 Ribu Ton Minyak Iran Segera Tiba di Lebanon dalam Hitungan Hari atau Pekan

600 Ribu Ton Minyak Iran Segera Tiba di Lebanon dalam Hitungan Hari atau Pekan

POROS PERLAWANAN – Dilansir YJC, Menteri Energi Lebanon, Walid Fayyadh mengatakan bahwa bahan bakar dari Iran, yang akan digunakan untuk memproduksi listrik, akan tiba dalam beberapa hari atau pekan ke depan, bukan satu bulan, di Lebanon. Menurut Fayyadh, pembicaraan soal masalah teknis tengah dilakukan.

Al-Arabi al-Jadid melaporkan, Fayyadh menyatakan telah memberitahukan hasil positif lawatan delegasi Lebanon ke Iran kepada Presiden Michel Aoun.

“Dengan minyak hadiah dari Iran, juga kiriman bahan bakar dari Irak, jam-jam penyalaan listrik Lebanon bisa mencapai 8 hingga 10 jam per hari. Sekarang kami sedang bekerja sama dengan pihak Iran terkait karakteristik dan penyediaan bahan bakar yang kita butuhkan di stasiun-stasiun pembangkit listrik,” tutur Menteri Energi Lebanon.

“Iran berkeinginan mengulurkan bantuan sesegera mungkin. Kami juga didesak kebutuhan untuk memasok listrik secara lebih baik kepada warga,” imbuhnya.

Stasiun televisi al-Manar pekan lalu mengabarkan, Iran telah mengumumkan kesiapannya kepada delegasi Lebanon untuk memasok 600 ribu ton bahan bakar selama 5 bulan.

Di lain pihak, sebagian media mengklaim bahwa PM Lebanon Najib Miqati berkata minyak dari Iran adalah “hadiah gratis tanpa syarat apa pun”.

Namun berdasarkan informasi yang diterima Noor News, kabar ini tidak benar. Iran disebut tidak merancang program untuk menyerahkan bahan bakar dan komoditas minyak secara gratis kepada Lebanon.

Wacana impor minyak Iran ini mulai mengemuka saat Sekjen Hizbullah, Sayyid Hasan Nasrallah dalam wawancara dengan al-Mayadeen beberapa waktu lalu mengatakan, ”Terkait minyak, ini bukan problem kita, tapi problem utamanya adalah Pemerintah Lebanon. Saya siap mengimpor bahan bakar dari Iran, dengan syarat Pemerintah Lebanon menyetujuinya..”

“Namun tak satu pun orang di Lebanon yang berani melakukannya, sebab mereka takut keluarga mereka dijatuhi sanksi oleh AS. Saat ini, mungkin korporasi-korporasi Rusia dan Iran siap bekerja sama dengan Lebanon, tapi Pemerintah Lebanon tak punya nyali,” tandasnya.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *