7 Komponen Kekuatan Iran yang Mengacaukan Perhitungan Israel (Bagian 2)
POROS PERLAWANAN – Pada link 7 Komponen Kekuatan Iran yang Mengacaukan Perhitungan Israel (Bagian 1), Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menyatakan bahwa Israel telah berulang kali melakukan salah perhitungan soal kekuatan Republik Islam -dan menurutnya, adalah tugas seluruh komponen bangsa Iran untuk membuat Rezim Penjahat itu menyadari kekuatan dan keteguhan Negeri Mullah.
Sebenarnya apa saja elemen kekuatan Republik Islam sebagaimana yang disinyalir Ayatullah Khamenei dalam pernyataannya tersebut?
Komponen Kekuatan Nasional Iran
Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa hari ini, Iran Islam memiliki komponen dan elemen kekuatan yang tidak dapat dipahami dalam sistem perhitungan para Zionis kriminal dan para pendukung tiran serta arogan mereka.
Musuh-musuh bangsa Iran hanya akan memahami kedalaman persoalan ini ketika mereka menghadapi pukulan dahsyat dari bangsa Iran dan kekuatan militer kita.
Beberapa komponen kekuatan ini adalah sebagai berikut:
1. Keteguhan
Salah satu komponen kekuatan Iran adalah keteguhan rakyatnya: “Di Republik Islam, mereka yang berdiri melawan arogansi adalah seluruh bangsa Iran, pemuda-pemuda kami, rakyat revolusioner dan Mukmin kami yang menghadapi penindasan dan kesewenang-wenangan kekuatan adidaya. Setiap bangsa dan negara yang rakyatnya bersatu, seia sekata, dan berdiri teguh melawan musuh, musuh tidak akan dapat menyerang mereka, tidak akan mampu berbuat apa-apa.” (05/02/1396 H) Dan inilah ketahanan dan perlawanan yang membuat musuh mundur: “Ketahanan menyebabkan musuh mundur.
وَلَوْ قَاتَلَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوَلَّوُا الْأَدْبَارَ ثُمَّ لَا يَجِدُونَ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا () سُنَّةَ اللَّهِ الَّتِي قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلُ ۖ وَلَن تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلًا
Sekiranya orang-orang yang kufur itu memerangi kamu, pastilah mereka akan berbalik melarikan diri (kalah), kemudian mereka tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong. (Demikianlah) sunatullah yang sungguh telah berlaku sejak dahulu. Kamu sekali-kali tidak akan menemukan perubahan pada sunatullah itu. (Surah Al-Fath, Ayat 22-23). Ini adalah sunah Ilahi.” 25/01/1397. “Dan sunah Ilahi inilah yang menyebabkan musuh mengalami gangguan dalam perhitungannya karena kelalaian mereka terhadapnya.”
2. Tekad dan Keinginan Kuat
Komponen kekuatan Iran lainnya adalah tekad dan keinginan bangsa. Hari ini, pertempuran adalah pertempuran tekad, dan kemenangan ada di pihak yang memiliki tekad dan keinginan lebih kuat serta lebih stabil: “Pihak mana yang tekadnya lebih cepat melemah, pihak itu akan kalah.” (30/04/1392 H) Dan tentu saja, “Tekad kami lebih kuat dari mereka. Selain memiliki tekad yang kuat, kami juga bertawakal kepada Allah.” (24/02/1398 H) “Siapa yang hatinya bergantung kepada Allah Yang Maha Tinggi, dialah yang akan menang. “إِن يَنصُرْكُمُ اللَّهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْ.” “Jika Allah menolongmu, tidak ada yang (dapat) mengalahkanmu.” (Surah Ali ‘Imran, Ayat 160) (10/11/1390 H). Ini juga merupakan salah satu ketetapan Ilahi yang diabaikan oleh musuh.
3. Ketahanan Nasional
Ketahanan Nasional merupakan salah satu komponen kekuatan bangsa Iran yang membuat banyak pihak terkesima: “Negara [Iran], di bawah tekanan yang beragam, memiliki ketahanan yang luar biasa. Kami membaca, melihat, dan mendengar apa yang dikatakan oleh mereka [musuh-musuh]. Ketahanan bangsa Iran sungguh menakjubkan bagi para pengamat global; mereka terheran-heran.” (26/11/1398 H) Dalam semangat revolusioner, ketahanan ini berarti menciptakan peluang dari ancaman, sehingga, “Benih [Revolusi Islam] ini sekarang telah berubah menjadi pohon besar dan kokoh.” (22/07/1401 H)
4. Semangat Revolusioner
Semangat revolusioner adalah pilar besar kekuatan Iran Islam: “Karena semangat revolusioner dan berpegang teguh pada pemikiran revolusioner inilah yang memberikan keagungan dan kekuatan kepada sistem ini.” (03/03/1375 H)
Salah satu contoh penting dari manifestasi kekuatan ini adalah kehebatan dan kapasitas Korps Garda Revolusi Islam (IRGC): “Korps Garda Revolusi Islam, berkat semangat revolusioner dan spiritualitas yang bersumber dari hati suci dan jiwa murni Imam yang arif dan teladan orang-orang saleh, terus-menerus mengalirkan semangat itu dan menyirami para pemuda pejuang yang tulus dari IRGC dan Basij, memainkan peran penting dalam menangkis serangan para agen kekuatan arogan terhadap Republik Islam. Bersama dengan Angkatan Bersenjata dan memanfaatkan mobilisasi rakyat Basij, mereka memberikan pelajaran pahit kepada musuh-musuh Islam dan memastikan kelestarian serta kelangsungan Republik Islam.” (25/06/1370 H)
5. Iman Keagamaan
“Motivasi keagamaan dan motivasi iman adalah faktor kekuatan.” (19/10/1395 H) Iman keagamaan adalah salah satu elemen paling penting dari daya tahan dan semangat pergerakan suatu negara.
Pemimpin Revolusi menegaskan bahwa kekuatan sejati ada pada rakyat yang beriman, asalkan “hati mereka kokoh dan kuat dengan iman kepada Allah Yang Maha Tinggi dan pengetahuan serta pemahaman tentang hukum-hukum Ilahi”. (30/08/1372 H)
“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada Kitab (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya.” (Surah An-Nisa, Ayat 136)
6. Kekuatan Pertahanan dan Kapasitas Pencegahan
Kekuatan pertahanan dan kapasitas pencegahan Iran merupakan salah satu dari sekian banyak elemen kekuatan Nasional: “Salah satu alat kekuatan Nasional adalah kekuatan pertahanan negara.” (19/10/1396 H) Dalam hal ini, kekuatan rudal memiliki arti penting dan posisi istimewa, karena saat ini musuh-musuh kita “menyadari bahwa Republik Islam, dengan rudal-rudal presisi dan akurat yang dimilikinya, mampu menghadapi dan menghantam setiap musuh di Kawasan ini. Mereka sudah memahami hal ini. Itulah yang disebut pencegahan.” (01/01/1398 H)
Pencegahan ini tidak bisa dipercaya oleh musuh: “Pembuatan peralatan canggih seperti rudal dan drone yang beberapa tahun lalu mereka bilang… ini hanya hasil editan digital; sekarang mereka mengakui bahwa drone-drone Iran sangat berbahaya.” (27/07/1401 H) Musuh tidak hanya mengakui bahayanya terhadap mereka, tetapi kadang-kadang menunjukkan penghormatan terhadap kemampuan ini: “Seorang penulis, seorang ilmuwan Zionis, tentang sebuah rudal yang kami uji coba saat itu, menulis dalam sebuah publikasi Zionis, meskipun dia adalah musuh Iran, orang ini menundukkan kepalanya sebagai penghormatan kepada orang yang telah membuat rudal tersebut. Mereka, meski menghadapi sanksi, berbagai masalah, dan keterbatasan interaksi ilmiah, tetap berhasil menciptakan prestasi besar seperti itu.” (17/07/1398 H)
Sejalan dengan ini, surat kabar Zionis Calcalist dalam laporan analisisnya tentang kemampuan pertahanan udara Iran dalam menangkal serangan rezim Zionis ke Iran menulis: “Iran memiliki salah satu pertahanan udara paling berbahaya dan padat di dunia.” Laporan tersebut menegaskan: “Struktur pertahanan udara Iran, dalam hal luas cakupan, berada di antara lima negara teratas di dunia dan didukung oleh ribuan ahli dan puluhan sistem pertahanan.”
7. Inovasi dan Keberanian
Inovasi adalah komponen kekuatan lainnya. Keberanian dan kreativitas merupakan faktor penting dalam meraih kehormatan dan kekuatan: “Apa yang dimiliki Republik Islam, apa yang telah dicapai hingga saat ini, diraih dengan kreativitas dan upaya sendiri, tanpa berutang budi kepada Pemerintah atau kekuatan lain mana pun.” (20/02/1396 H) “Sebagaimana revolusi itu sendiri adalah sebuah inovasi besar.” (14/03/1387 H)
Akhirnya, saat ini, berkat Revolusi Islam dan perjuangan rakyat, “Kehormatan sistem Islam dan Iran Islam telah berkembang sedemikian rupa sehingga mereka yang dulu memandang bangsa-bangsa, termasuk bangsa Iran, dengan pandangan merendahkan kini terpaksa berhadapan dengannya sebagai lawan yang tangguh.” (11/05/1395 H).[]
