99 Organisasi HAM Internasional Desak Semua Negara, Khususnya Inggris dan Prancis Setop Jual Senjata ke UEA-Saudi Selaku Agresor Yaman - POROS PERLAWANAN
Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

99 Organisasi HAM Internasional Desak Semua Negara, Khususnya Inggris dan Prancis Setop Jual Senjata ke UEA-Saudi Selaku Agresor Yaman

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, sembilan puluh sembilan organisasi HAM internasional menuntut pembekuan penjualan senjata ke Arab Saudi dan UEA, selain penghentian segera perang di Yaman, dan pencabutan blokade di negara miskin tersebut.

Dalam pernyataan bersama yang dirilis pada Jumat, mereka mengatakan bahwa berlanjutnya pengepungan dan serangan yang dipimpin Saudi selama enam tahun terakhir telah menjerumuskan Yaman ke dalam krisis kemanusiaan terburuk di dunia sejak akhir Perang Dunia II, menyebabkan puluhan ribu warga sipil terbunuh dan terluka, serta mengakibatkan kehancuran infrastruktur, juga sulitnya akses ke makanan dan obat-obatan.

Pernyataan itu mengatakan bahwa hampir 80 persen populasi Yaman, termasuk 12 juta anak-anak, sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan sebagai akibat dari agresi dan pengepungan yang dipimpin Saudi, menekankan perlunya pembukaan Bandara Internasional Sana’a serta pelabuhan Hudaydah.

AS dan Italia baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka akan membekukan penjualan senjata ke Arab Saudi dan UEA.

Organisasi HAM meminta semua negara dunia, terutama Inggris dan Prancis, untuk melakukan hal yang sama dan menangguhkan semua kesepakatan senjata dengan dua negara Teluk Persia itu.

Pernyataan itu mengatakan bahwa penangguhan penjualan senjata ke Arab Saudi dan UEA akan berkontribusi positif pada upaya mengakhiri perang dan pertumpahan darah di Yaman.

Arab Saudi dan sejumlah sekutu regionalnya melancarkan invasi ke Yaman sejak Maret 2015, dengan tujuan membawa pemerintahan mantan Presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi kembali berkuasa dan menumpas gerakan populer Ansharullah.

Menurut PBB, 80 persen dari 30 juta warga Yaman bergantung pada bantuan atau perlindungan untuk tetap hidup. Sedangkan sekitar 13,5 juta orang Yaman saat ini menghadapi kerawanan pangan akut.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *