Menlu Saudi dan Israel Hadiri Temu Virtual yang Digelar Washington
POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud dan sejawatnya dari Israel, Yair Lapid telah berpartisipasi dalam pertemuan virtual para diplomat top dari seluruh dunia, yang diselenggarakan oleh Departemen Luar Negeri AS.
Dua pejabat yang mengetahui masalah tersebut mengonfirmasi kehadiran Menlu Arab Saudi ke The Times of Israel, dan disebutkan bahwa pertemuan itu berlangsung pada 21 Desember.
Baik Lapid maupun Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken mengeluarkan pernyataan sesudahnya, tetapi tidak ada yang menyebutkan kehadiran Farhan di panggilan Zoom.
Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa Blinken “bertemu secara virtual dengan beberapa Menlu dan perwakilan organisasi regional”, tetapi tidak menyebutkan dengan siapa dia bertemu.
Namun, Duta Besar China untuk AS Qin Gang memposting tangkapan layar dari pertemuan virtual tersebut di Twitternya, yang menunjukkan Pangeran Faisal dan Lapid hadir, bersama dengan sejumlah diplomat lainnya.
Meskipun Israel dan Arab Saudi tidak memiliki hubungan diplomatik formal, Riyadh telah mengambil sejumlah langkah dalam beberapa tahun terakhir menuju normalisasi hubungan dengan rezim Tel Aviv.
Pihak berwenang Saudi dikatakan telah memberikan lampu hijau di balik layar kepada Uni Emirat Arab (UEA) yang menjalin hubungan dengan Israel tahun lalu, dan sejak itu mengizinkan pesawat Israel menggunakan wilayah udara Kerajaan untuk penerbangan langsung ke Dubai dan Abu Dhabi.
Pemerintah Riyadh mengatakan bahwa pihaknya tidak akan menormalkan hubungan dengan Tel Aviv di luar kerangka Inisiatif Perdamaian Arab 2002, yang menyerukan pembentukan negara Palestina.
Amerika Serikat telah mengangkat masalah normalisasi antara Arab Saudi dan Israel dalam beberapa tahun terakhir, terutama selama Pemerintahan mantan Presiden Donald Trump, yang menengahi kesepakatan normalisasi antara rezim Tel Aviv, Uni Emirat Arab, Bahrain, Maroko dan Sudan.
Jared Kushner, menantu Trump dan penasihat senior mantan presiden, menulis pada Maret bahwa normalisasi Arab Saudi-Israel sudah “di depan mata”.
Menurut sebuah laporan oleh situs berita Amerika Axios, Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan mengemukakan gagasan Arab Saudi untuk menormalkan hubungan dengan Israel selama pertemuan dengan Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman pada September.
Putra Mahkota tidak sepenuhnya menolak proposal tersebut, melainkan memberi para pejabat AS daftar langkah-langkah, termasuk peningkatan hubungan bilateral AS-Saudi, sebelum kesepakatan semacam itu dapat dilanjutkan.
Menlu Saudi menyebut dalam sebuah wawancara dengan CNN pada April bahwa kesepakatan normalisasi dengan Israel akan “sangat membantu” dan akan membawa “manfaat luar biasa” untuk Timur Tengah.
